Simbol dan Makna Islam dalam Tradisi Kesenian Burdah Melayu Seberang Kota Jambi

Authors

  • Lutfiani Herika Anggraini Universitas Jambi, Indonesia
  • Sasa Salsanabila Universitas Jambi, Indonesia
  • Muhammad Adi Saputra Universitas Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v5i6.3972

Keywords:

simbol, Makna, Keagamaan

Abstract

Artikel ini mengkaji simbol dan makna Islam dalam tradisi kesenian Burdah di masyarakat Melayu Seberang Kota Jambi. Burdah, berupa syair pujian kepada Nabi Muhammad yang dilantunkan secara ritual, berfungsi sebagai doa dan ungkapan cinta yang mengandung nilai simbolis dan spiritual mendalam. Tradisi ini merupakan hasil akulturasi budaya Arab dan Melayu, berperan sebagai media penguatan nilai keagamaan, sosial, dan karakter masyarakat, serta sebagai upaya pelestarian identitas budaya dan keimanan Islam secara turun-temurun. Simbol-simbol seperti janur, buah-buahan, dan ornamen memiliki makna filosofi dan moral, dengan fungsi utama sebagai doa perlindungan, pengingat akhlak Nabi, dan penguatan solidaritas sosial. Kajian ini juga didukung oleh referensi yang membahas berbagai aspek tradisi Islam, termasuk peran syair Burdah dalam dakwah pesantren, perubahan budaya di komunitas lokal, serta nilai-nilai kearifan lokal dalam masyarakat pesisir Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Burdah tidak hanya sebagai bentuk ekspresi keagamaan, tetapi juga sebagai media penguatan identitas budaya dan sosial masyarakat Melayu di Seberang Kota Jambi.

References

Abdurahman, M. (2009). Burdah Imam Al-Bushiri. Pustaka Sidogiri.

Al-Maraghi, A. M. (1989). Tafsir Al-Maraghi (Terj.). PT Karya Toha Putra.

Aris, M., & Mufid, M. A. (2021). Analisis komparatif makna shalawat untuk Nabi Muhammad saw. dalam Al-Qur’an QS. Al-Ahzab: 56 menurut Al-Maraghi dan Muqotil bin Sulaiman. Mafhum, 6(2), 44–54.

Minhat, M. R. B. H. (2008). Qasidah Burdah.

Nihayah, U. (2015). Qasidah Burdah Imam Al-Bushiri: Model alternatif dakwah pesantren. An-Nida: Jurnal Komunikasi Islam, 7(1).

Nurjaman, D., Zain, L., & Hasyim, A. F. (2022). Living hadis dalam tradisi pembacaan Shalawat Asyghil di Majelis Taklim Al-Huda Citemu Kecamatan Mudu Kabupaten Cirebon. Jurnal Studi Hadis Nusantara, 4(2), 134–148.

Ritonga, D. I. (2020). Bordah art as local wisdom in coastal Malay communities in Labuhan Batu Regency. In Proceeding International Conference on Malay Identity (Vol. 1, pp. 127–134).

Ryan, & Endang. (2016). Pergeseran nilai-nilai budaya pada Suku Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Jurnal Humanika, 23(1), 19.

Salim, P. (1995). Kamus bahasa Indonesia kontemporer. Modern English Press.

Suciandi, L. (2019). Peranan Arab Melayu dalam pengembangan Islam di Kota Jambi awal abad XX. Istoria: Jurnal Pendidikan Sejarah UNBARI, 3(2), 2.

Tasmuji. (2011). Ilmu alamiah dasar, ilmu sosial dasar, ilmu budaya dasar. IAIN Sunan Ampel Press.

Zakariya, N. M. (2022). Tradisi selawat Burdah ijazah KH Wahab Chasbullah di kalangan santri Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur (1965–1971). Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization, 6(1), 43–58.

Downloads

Published

2025-01-01

How to Cite

Anggraini, L. H., Salsanabila, S. ., & Saputra, M. A. . (2025). Simbol dan Makna Islam dalam Tradisi Kesenian Burdah Melayu Seberang Kota Jambi. Indonesian Research Journal on Education, 6(1), 173 –. https://doi.org/10.31004/irje.v5i6.3972

Issue

Section

Articles