Hubungan Self Care dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner

Authors

  • Dea Triana Mudri Universitas Riau, Indonesia
  • Sofiana Nurchayati Universitas Riau, Indonesia
  • Erwin Universitas Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v6i1.3902

Keywords:

Kualitas Hidup, Penyakit Jantung Koroner, Self Care, Rawat Jalan

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang hingga kini menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. PJK berdampak terhadap fisik, psikologis, hubungan sosial, dan finansial yang akan mempengaruhi kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care dengan kualitas hidup pasien PJK yang menjalani rawat jalan di Poli Jantung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 80 responden dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur self care adalah Self Care of Coronary Heart Disease Inventory (SC-CHDI) versi 3 dengan hasil uji validitas 0.367 - 0.650 dan reliabilitas 0.872. Kemudian kualitas hidup diukur menggunakan Seattle Angina Questionnaire dengan hasil uji validitas 0.363 - 0.826 dan reliabilitas 0.819. Analisis univariat menunjukkan mayoritas usia lansia akhir (56-65 tahun) sebanyak 30 responden (37.5%), berjenis kelamin laki-laki 59 responden  (67%), status menikah 63 responden (65.5%), lulusan SMA 29 responden (36.3%), tidak bekerja 58 responden (72.5%), menjalani PCI 35 responden (43.8%), lama terdiagnosa dalam rentang 1-5 tahun sebanyak 32 responden (40.0%), self care baik sebanyak 49 responden (61.3%) dan kualitas hidup tinggi 44 responden (55%). Hasil analis bivariat menggunakan chi-square didapatkan p-value= 0.000 < α(0.05), disimpulkan ada hubungan self care dengan kualitas hidup pasien PJK. Pasien PJK disarankan untuk melakukan kontrol rutin, menjaga pola makan, minum obat rutin, menghindari rokok serta mengelola tingkat stres agar gejala yang dirasakan tidak semakin parah.

References

Ahmad, R. Z., Jafar, N., & Patimah, S. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner di RSUD Andi Djemma Kabupaten Luwu Utara. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 4(2), 109–116. https://doi.org/10.52103/jahr.v4i2.1558

American Heart Association. (2020). Life’s Simple. https://playbook.heart.org

American Psychological Association. (2018). Self-monitoring. https://dictionary.apa.org/self-monitoring

Amni, R., Akbar, Y., Nuraeni, A., & Akbar, M. R. (2022). Tingkat depresi pada pasien sindrom koroner akut di unit perawatan intensif jantung: Analisis menggunakan skala depresi jantung. Jurnal Keperawatan, 20(3), 31–41. https://doi.org/10.35874/jkp.v20i3.1063

Appi, H., Ishak, & Agustin, C. (2024). Kesehatan masyarakat di era dinamis. Nas Media Indonesia.

Ardianti, R., Erwin, E., & Lestari, W. (2022). Self-management pasien penyakit jantung koroner pasca kateterisasi jantung. Jurnal Ners Indonesia, 13(1), 1–7. https://doi.org/10.31258/jni.13.1.1-7

Arianca, I. N., Saraswati, N. L. G. I., Laksmi, I. G. A. P. S., & Lestari, N. K. Y. (2024). Gambaran self-care pasien dengan penyakit jantung koroner pasca kateterisasi jantung. Jurnal Gema Keperawatan, 17(1), 79–90. https://doi.org/10.33992/jgk.v17i1.3270

Aslamiyah, Nurhidayat, & Isroin. (2019). Hubungan kepatuhan kontrol dengan kualitas hidup pada pasien penyakit jantung koroner (PJK) di poli jantung RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Fakultas Ilmu Kesehatan.

Astuti, A. D. (2019). Status perkawinan meningkatkan kualitas hidup lansia di PSTW Sinta Rangkang Tangkiling Kalimantan Tengah. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.31596/jcu.v8i1.300

Biro Humas Kemnaker. (2025). Kemnaker tegaskan usia pensiun pekerja telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. https://cpns.kemnaker.go.id/news/detail/kemnaker-tegaskan-usia-pensiun-pekerja-telah-diatur-dalam-peraturan-perundang-undangan

Blasius, G., & Onggang, F. (2023). Factors affecting quality of life of people with coronary heart disease at Puskesmas Sikumana Kupang City. Jurnal of Universal Studies, 3(4), 707–717. https://doi.org/10.59188/eduvest.v3i4.790

Budihardjo, R. S. (2025). Analisis karakteristik dan pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien penyakit jantung koroner. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(5), 863–869. https://doi.org/10.33024/hjk.v19i5.1099

Choirunnisa. (2021). Hubungan self-care dan efikasi diri terhadap kualitas hidup pasien congestive heart failure di RSI Sultan Agung Semarang. Universitas Islam Sultan Agung.

Dedi, & Lestari, K. D. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan self-care management terhadap kualitas hidup penderita penyakit jantung koroner di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia tahun 2023. Jurnal Pembaruan Keperawatan, 6(1), 12–20. https://doi.org/10.33085/jnu.v6i1.6094

Dhindsa, D. S., Khambhati, J., Schultz, W. M., Tahhan, A. S., & Quyyumi, A. A. (2020). Marital status and outcomes in patients with cardiovascular disease. Trends in Cardiovascular Medicine, 30(4), 215–220. https://doi.org/10.1016/j.tcm.2019.05.012

Diah, N. N. (2020). Gambaran aktivitas fisik pasien penyakit jantung koroner. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 1(1), 34–41. https://doi.org/10.34011/jks.v1i1.508

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. (2023). Jumlah kasus sistem kardiovaskular se-Puskesmas Kota Pekanbaru.

Erdania, E., Faizal, M., & Anggraini, R. B. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner (PJK) di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung tahun 2022. Jurnal Keperawatan, 12(1), 17–25. https://doi.org/10.47560/kep.v12i1.472

Fajar, A., & Kristinawati, B. (2024). Hubungan antara self-efficacy dan perilaku manajemen diri terhadap kualitas hidup pada penderita jantung koroner. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Farida Tampubolon, L., Ginting, A., Turnip, F. E. S., & STIKes Santa Elisabeth Medan. (2023). Gambaran faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit jantung koroner (PJK) di Pusat Jantung Terpadu. Jurnal Ilmiah Permas, 13(3), 1043–1052. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i3.1077

Fiqriyah, I., & Hudiyawati, D. (2023). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan illness perception pada pasien penyakit jantung koroner. Professional Health Journal, 4(2), 189–197. https://doi.org/10.54832/phj.v4i2.400

Gigaramadan, S., & Grahati, R. (2025). Penatalaksanaan holistik pada laki-laki 74 tahun dengan penyakit jantung koroner dan hipertensi melalui pendekatan kedokteran keluarga. Jurnal Kesehatan dan Agromedicine, 21(1), 432–443. https://doi.org/10.23960/jka.v12i1.pp432-443

Gillen, C. (2022). Stable angina. StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559016/

Husain, W. L. N., Buraena, S., Syamsu, R. F., Nurmadilla, N., & Arsal, A. F. (2022). Gambaran faktor risiko penyakit jantung koroner akut di RSUD Aloe Saboe Gorontalo. Indonesian Journal of Health, 2(3), 162–173. https://doi.org/10.33368/inajoh.v2i03.75

Jumayanti, J., Wicaksana, A. L., & Sunaryo, E. Y. A. B. (2020). Kualitas hidup pasien dengan penyakit kardiovaskular di Yogyakarta. Jurnal Kesehatan, 13(1), 1–12. https://doi.org/10.23917/jk.v13i1.11096

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Cegah penyakit jantung dengan menerapkan perilaku CERDIK dan PATUH. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Kenali lebih dekat tanda-tanda penyakit jantung koroner. https://p2ptm.kemkes.go.id

Kurnia, A. D., & Sholikhah, N. (2020). Hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan tingkat depresi pada penderita penyakit jantung. Jurnal Kesehatan Mesencephalon, 6(1), 25–30. https://doi.org/10.36053/mesencephalon.v6i1.188

Laksmi, I. A. A., & Suprata, M. A. (2020). Hubungan self-care dengan kualitas hidup pasien gagal jantung di RSD Mangusada. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 8(1), 39–47. https://doi.org/10.33366/jc.v8i1.1326

Le Mone, P., Burke, K. M., & Bauldofd, G. (2019). Keperawatan medikal bedah (5th ed.). EGC.

Lukasavage. (2024). Self-care deficit nursing theory. EBSCO.

Mi, Y., Xue, Z., Qu, S., Yin, Y., Huang, J., Kou, R., Wang, X., Luo, S., Li, W., & Tang, Y. (2023). The economic burden of coronary heart disease in mainland China. Public Health, 224, 140–151. https://doi.org/10.1016/j.puhe.2023.08.034

Nafisah, S., Inayah, N. N., & Yusuf, B. (2024). Literatur review: Penyebab dan perkembangan penyakit jantung koroner. Jurnal Forum Kesehatan, 14(1), 27–36. https://doi.org/10.52263/jfk.v14i1.254

Nuraeni, A., Mirwanti, R., Anna, A., Prawesti, A., & Emaliyawati, E. (2017). Faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien dengan penyakit jantung koroner. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 4(2), 107–116. https://doi.org/10.24198/jkp.v4i2.231

WHO. (2021). Cardiovascular diseases (CVDs). https://www.who.int

World Heart Federation. (2019). Profil negara Indonesia. https://world-heart-federation.org

Zhao, D. (2021). Epidemiological features of cardiovascular disease in Asia. JACC: Asia, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.1016/j.jacasi.2021.04.007

Downloads

Published

2025-12-28

How to Cite

Mudri, D. T., Nurchayati, S., & Erwin, E. (2025). Hubungan Self Care dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner. Indonesian Research Journal on Education, 6(1), 90 –. https://doi.org/10.31004/irje.v6i1.3902

Issue

Section

Articles