Internalisasi Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Bejeghum
Kajian Sosio-Religius Masyarakat Kaur
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v6i1.3851Keywords:
Nilai Pendidikan Islam, Bejeghum, Kearifan Lokal, Adab, ukhuwah, ta'awunAbstract
Tradisi Bejeghum merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, yang dijalankan sebagai mekanisme penyampaian undangan dari rumah ke rumah. Praktik ini bukan sekadar aktivitas adat, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang tampak pada etika komunikasi, penguatan silaturahmi, dan kerja sama sosial di tengah masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan Bejeghum serta mengidentifikasi internalisasi nilai pendidikan Islam dalam tradisi tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas ketua adat, tokoh agama, aparat desa, penjeghum, dan warga. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dengan validasi triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bejeghum terdiri atas dua tahap utama yaitu persiapan dan pelaksanaan, yang mengandung tata aturan adat seperti pemilihan penjeghum, etika berpakaian, dan tutur kata yang harus dijaga. Nilai pendidikan Islam yang terinternalisasi meliputi adab (sopan santun), ukhuwah (persaudaraan), dan ta’awun (tolong-menolong) yang muncul dari interaksi sosial dalam proses Bejeghum. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi lokal dapat menjadi media pendidikan karakter yang relevan dalam konteks modern. Temuan ini memperkaya kajian pendidikan Islam berbasis budaya serta memberikan alternatif strategi pendidikan karakter melalui integrasi kearifan lokal.
References
Afandi, A. J. (2023). Islam and local culture: the acculturation formed by walisongo in Indonesia. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 4(1), 103–124. https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/IJHSS
Azizul, A. H., Madi, & Basri. (2025). Akulturasi Islam terhadap Budaya Lokal: Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Singgiloa pada masyarakat Kelurahan Kombeli, Buton, Sulawesi Tenggara. Realita: Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam, 23(1), 261–275. https://jurnallppm.iainkediri.ac.id/index.php/realita/article/view/567
Damayanti, R. (2025). Islam Nusantara and Local Traditions: Role and Challenges in Indonesia’s Cultural Diplomacy and International Relations. Mimbar Agama Budaya, 42(1), 1–13. https://doi.org/10.15408/mimbar.v42i1.45750
Gayatri, N. P. R. D., Sudiarna, I. G. P., & Kaler, I. K. (2022). Kebertahanan Ikatan Sosial Masyarakat dalam Tradisi Mayah ketekan di Banjar Lawak, Desa Belok/Sidan. Journal of Arts and Humanities, 26(Agustus), 299–305. http://theartsjournal.org/index.php/site/article/view/478/270
Hasanah, H. (2017). Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163
Junaidi, F. (2020). Analisis Fungsi Bahasa Dalam Komunikasi Adat Bejeghum: Kajian Sosiopragmatik. Jermal, 1(2), 79–88. https://doi.org/10.31629/jermal.v1i2.2709
Juswandi, J., Hermansyah, H., Nijal, L., & Bin Mohd Said, B. S. (2023). Integration of Islamic Values in the Traditional Wedding Customs of the Malay Community in Pekanbaru. Sosial Budaya, 20(1), 61. https://doi.org/10.24014/sb.v20i1.22789
Khasanah, L. (2022). Akulturasi Agama Dan Budaya Lokal. AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 2(02). https://doi.org/10.57210/trq.v2i02.171
Maysuri, T., & Touwe, S. (2024). Pengaruh Tradisi Megalitik Pasemah Terhadap Kebudayaan Kontemporer Sumatera Selatan. Jurnal Lani: Kajian Ilmu Sejarah Dan Budaya, 5(2), 81–98. https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/lani/article/view/15641/9018
Prof. Dr. Sugiyono. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Alfabeta, Cv (Issue Maret). https://scholar.google.com/citations?user=O-B3eJYAAAAJ&hl=en
Rahmadani, D., Marzuki, M., Bakari, Y., & Muzakkir, A. K. (2024). The Participation of the Kaili Indigenous People and the Bugis Ethnicity in Preserving the Kupatan Ritual of the Java Ethnicity. SIGn Journal of Social Science, 4(2), 114–126.
Rahmatia, R., Nurhayati, N., & Awalunisah, S. (2023). Identifikasi Pola Asuh Penanaman Nilai Keagamaan dan Etika pada Masa Golden Age. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 5993–6004. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.5259
Sholeh, N. O. M., Agustina, E., & Sarwono, S. (2022). Kearifan Lokal Dalam Pranata Sosial Mangkal Luagh Pada Masyarakat Pasemah Di Bengkulu. Jurnal Ilmiah Korpus, 6(1), 16–27.
Sulaiman, A., Zulfazdlee Abul Hassan Ashari, M., Azraai Jamsari, E., & Muhammad Imran Raja Abdul Aziz, R. (2021). a Conceptual Study on Adab of the Learned and the Learner in Islam. International Journal of Advanced Research, 9(12), 346–353. https://doi.org/10.21474/ijar01/13915
Sulissusiawan, A. (2016). Peran Muhakam Dalam Adat Perkawinan Sebagairepresentasi Adab Dan Etika Melayu Sambas. Litera, 15(2), 351–365. https://doi.org/10.21831/ltr.v15i2.11834
Windiani, & Farida, N. (2016). Menggunakan Metode Etnografi dalam Penelitian Sosial. Dimensi, 9(2), 87–92.
Yunus, A. R. (2015). Nilai-Nilai Islam dalam Budaya dan Kearifan Lokal. II(1), 1–12.
Yusuf, A. (2025). Local Traditions and Islamic Religious Education : A Study of the Integration of Islamic Values in Local Culture. 2(May), 24–38.
Zepri Hiptraspa, D. (2024). Tradisi Islami Dalam Kearifan Lokal: Praktik Budaya Dan Adat Istiadat Di Komunitas Pedesaan. Jurnal Penyuluhan Agama, 11(2), 151–166.
Zulkarnain, Hidaya, A. Al, & Akbar, E. (2019). Sumang : Norm Of Gayo Community Within The Framework Of Islamic Education. Al-Tahrir, 19(01), 53–69.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Giyarsi, Mau’izati Khairiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









