Meningkatkan Aktivitas Belajar dengan Menggunaan Model Problem Posing pada Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v1i1.9Keywords:
Aktivitas Belajar, Model Problem PosingAbstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas V SDN 001 Binamang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Posing. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi statistik dengan menggunakan model pembelajaran Problem Posing pada siswa kelas V SDN 001 Binamang. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan waktu penelitian dilaksanakan mulai April hingga Mei 2019. Subjek Penelitian ini siswa kelas V yang berjumlah 19 orang, dengan jumlah laki-laki 8 orang, dan siswa perempuan berjumlah 11 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas belajar siswa materi statistik kelas V SDN 001 Binamang pada pratindakan tergolong cukup aktif dengan ketuntasan klasikal 22,2%, dari 18 orang siswa hanya 4 orang siswa yang tuntas. Pada siklus I cukup aktif dengan ketuntasan aktivitas belajar 50%, dan 18 orang siswa terdapat 9 orang siswa yang tuntas. Pada siklus II tergolong aktif dengan ketuntasan aktivitas belajar 83,3%, dari 18 orang siswa terdapat 15 orang siswa yang tuntas. Hasil penelitian ini meningkat karena menemukan penggunaan media Microsoft PowerPoint membuat suasana belajar yang lebih menarik dan siswa llebih bersemangat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Problem Posing dapat meningkatkan aktivitas belajar Siswa kelas V SDN 001 Binamang.
References
Afifah. (2017). Penerapan Model pembelajaran Problem Posing untuk meningkatkan Hasil Belajar IPA. Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi. Vol. 2 (2), hlm. 76-87.
Depdiknas. (2003). Undang-undang RI No. 2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hamzah A., dan Muhlisrarini. (2014). Perencanaan dan strategi pembelajaran matematika. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Jabar, A. (2014). Penerapan Pendekatan Problem Posing untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Math Didactic. Vol 1, (2), hlm 81-88. Kholifah. (2016). Keefektifan Model Problem Posing Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Pecahan Siswa Kelas IV SD Negeri 01 Wonopringgo Kabupaten Pekalonga. Universitas Semarang, Jawa Tengah: Skripsi [Online]. Tersedia dalam: https://lib.unnes.ac.id/24266/1/1401412183.pdf [diakses pada tanggal 04 April 2019]. Kuswanti, W. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV A SD Negeri 2 Simpang Agung Tahun Pelajaran 2015/2016. Universitas lampung, Bandar Lampung: Skripsi. [Online]. Tersedia dalam: http://digilib.unila.ac.id/23382/3/Skripsi%20TANPA%20BAB%20Pembahasan.pdf [diakses pada tanggal 25 Maret 2019]. Maryanti, S. (2012). Hubungan Antara Keterampilan Komunikasi Dengan Aktivitas Belajar Siswa. Vol 1 (2), hlm 1-9. Nugroho, L. A. (2019). Frustasi Tak Punya Ongkos, Pria Asal Lampung Mencoba Gantung Diri di Pohon Beringin Kota Bogor. Tribun News, hlm.7. Romadhoni, dkk. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Tentang Pecahan Pada Siswa Sekolah Dasar. Didaktika Dwija Indri. Rusman, dkk. (2015). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: PT RajaGfindo Persada. Sunarti, dan Selly, R. (2014). Penilaian dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: C.V Andi Offset. Sutarto. (2017). Teori Kognitif dan Implikasinya Dalam Pembelajaran. Islamic counseling. Vol 1, (2), hlm. 1-26. Thobroni. (2016). Belajar & Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.









