Kompilasi Hukum Islam Tentang Kewarisan untuk Memperjelas Kedudukan Anak Angkat pada Harta Orang Tua Angkatnya dalam Masyarakat Muslim Kota Medan

Authors

  • U. Kamilah Mukhtar Gaffar STAI Syarif Muhammad Raha

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v4i3.859

Keywords:

Kompilasi Hukum Islam, Kewarisan, Anak Angkat

Abstract

Tradisi pengangkatan anak pada masa sebelum Islam dan itu tidak hanya dilakukan Rasulullah tapi juga dilakukan oleh para sahabat yang lain seperti sahabat Huzaifah yang mengangkat seorang anak yang bernama Salim menjadi anak angkatnya, sehingga Salim dikenal dengan nama Salim Maula Abu Huzaifah.  Dengan demikian pada awal Islam pengangkatan anak adalah sesuatu yang biasa dan diperbolehkan. Konsep pengangkatan anak pada masa jahiliyyah ini sama dengan adopsi dalam hukum perdata sebagaimana diatur dalam Stbld 1917-129 pasal 12 “Jika adopsi itu dilakukan oleh suami isteri maka anak yang diadopsi itu dianggap lahir di dalam perkawinan mereka”.Dalam Kompilasi Hukum Islam orang tua angkat diwajibkan berwasiat (wasiat wajibah) demi kemaslahatan anak angkatnya sebagaimana orang tua angkat telah menerima pembebanan tanggung jawab untuk mengurus dari segala kebutuhan anak angkatnya. Permasalahan yang sering muncul dimasyarakat adalah kedudukan anak angkat terhadap  harta orang tua angkat yang belum jelas sehingga pembagian waris untuk anak angkat belum jelas sesuai dengan ketentuan hokum islam. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa  masyarakat Muslim Kota Medan menganggap anak angkat bukan sebagai ahli waris bagi harta warisan keluarga. Hal ini dikarenakan anak angkat tidak mempunyai hubungan darah maupun perkawinan dengan orang tua angkatnya. Akan tetapi meskipun demikian, anak angkat bisa menjadi ahli waris jika disetujui oleh ahli waris yang lain dan bagiannya lebih kecil dari 1/3.

References

Aisyah, Nur, Universitas Islam, and Negeri Alauddin. 2020. “Anak Angkat Dalam Hukum.” 2: 101–13.

Ansori. 2022. “Qawā’id Fiqhiyyah as Islamic Epistemology and Its Application at Marriage Law in Indonesia.” Juris: Jurnal Ilmiah Syariah 21(1): 67–76.

Bilalu, Naskur, Ridwan Jamal, Nurlaila Harun, and Syahrul Mubarak Subeitan. 2022. “Compilation of Islamic Law as Judge’s Consideration at a Religious Court in North Sulawesi, Indonesia.” Samarah 6(2): 514–36.

Carterina Kunadi, Lisa, and Diana Tantri Cahyaningsih. 2020. “Perlindungan Hukum Terhadap Hak Waris Anak Angkat Di Indonesia.” Jurnal Privat Law 8(2): 281.

Departemen Agama, RI. 1989. Alquran Dan Terjemahnya.

Djawas, Mursyid et al. 2022. “The Legal Position of Children of Incest (A Study of Madhhab Scholars and Compilation of Islamic Law).” Samarah 6(1): 139–55.

Gender, Journal Studi, and Anak Vol. 2021. “Hukum Anak Angkat Dalam Perspektof Islam Dan Hukum Positif Iin Ratna Sumirat Dan Muhamad Wahyudin Hukum Anak Angkat Dalam Perspektif Islam Dan Hukum Positif Iin Ratna Sumirat, Muhamad Wahyudin Conditions of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.” 8(2): 45–71.

Ideham, Wahidah. 2022. “Substitute Heirs in the Compilation of Islamic Law: An Overview from Gender Equality Perspective Case Study of the Religious Courts in Banjarmasin.” Samarah 6(2): 1046–64.

Jannah, Shofiatul, and Dwi Hidayatul Firdaus. 2023. “Reformulation of the Concept of Iddah in The Compilation of Islamic Law Perspective of Negotiative Hermeneutics.” De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah 15(2): 286–300.

Karaluhe, Sintia Stela. 2016. “Kedudukan Anak Angkat Dalam Mendapatkan Harta Warisan Ditinjau Dari Hukum Waris.” Lex Privatum vol 4(1): 9.

Kurniawan Akbar, Ade. 2019. “Pengaturan Wasiat Wajibah Terhadap Anak Angkat Menurut Hukum Islam.” Al Imarah : Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam 4(1): 1.

Latif, Abdul. 2021. “Kedudukan Anak Angkat Dalam Pembagian Warisan Perspektif Hukum Islam Dan KuhPerdata.” Alhukkam: Journal of Islamic Family Law 1(2): 127–44.

Mahardhika Budi Putrantia, and Setiyowati. 2023. “Kedudukan Anak Angkat Yang Tidak Didaftarkan Sebagai Ahli Waris Orang Tua Angkat.” Jurnal Akta Notaris 2(1): 68–83.

Nursaidah, Adi Nur Rohman, and Panti Rahayu. 2020. “The Out of Court Divorce Model and Its Legal Implications: A Juridical Study in Babelan District Bekasi.” Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran 20(2): 159–74.

Pahroji, Dedi. 2019. “Kedudukan Anak Tiri Dan Anak Angkat Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 489 K/AG/2011 Dihubungkan Dengan Sistem Hukum Waris Islam.” Jurnal Hukum Positum 4(1): 14.

Rahmadhanty, Karin Aulia, Dian Latifiani, and Ridwan Arifin. 2018. “Hak Anak Angkat Dalam Mendapatkan Warisan Ditinjau Dari Hukum Waris Indonesia.” Normative Jurnal Ilmiah Hukum 6(2 November): 66–78. https://ojs.unitas-pdg.ac.id/index.php/normatif/article/view/420.

Rouf, Abd, Mufidah Ch, and Zaenul Mahmudi. 2023. “Joint Property Division in Indonesia: A Gender Equality Viewpoint.” De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah 15(2): 230–50.

Sarmo. 2020. “Hukum Perubahan Status Harta Benda Wakaf (Studi Kasus Perubahan Status Kepemilikan Tanah Wakaf Di Desa Keniten Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas).” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 14(2): 239–50.

Senen, Senen, and Abdullah Kelib. 2019. “Implementasi Bagian Wasiat Harta Waris Anak Angkat Dalam Kajian Kompilasi Hukum Islam (KHI).” Jurnal Usm Law Review 2(1): 52.

Usman, Sumiati. 2013. “Kedudukan Hukum Anak Angkat Terhadap Hak Waris.” Lex Privatumfile:///Users/macbookair/Downloads/2193-5116-1-SM.pdf 1(4): 137–47.

Wardatun, Atun, and Bianca J. Smith. 2020. “Woman-Initiated Divorce and Feminist Fiqh in Indonesia: Narrating Male Acts of Nushūz in Marriage.” Ulumuna 24(2): 266–95.

Zeng, Jianji, and Guangyi Xu. 2020. “How Servant Leadership Motivates Innovative Behavior: A Moderated Mediation Model.” International Journal of Environmental Research and Public Health 17(13): 1–14.

Zubair, Asni, Hamzah Latif, and Al Furqon Dono Hariyanto. 2022. “The Construction of Inheritance Law Reform in Indonesia: Questioning the Transfer of Properties through Wasiat Wājibah to Non-Muslim Heirs.” Samarah 6(1): 176–97.

Abdul Karim, anak angkat dari Bpk. Muhammad Salim, wawacancara pada tanggal 5 Maret 2023 di rumah kediaman yang bersangkutan, .Jl. Letda Sujono, Medan Tembung.

Parsono, tokoh adat dan masyarakat Kecamatan Medan Tembung, wawancara pada 7 Maret 2023 di rumah kediaman yang bersangkutan, Jl. Letda Sujono, Medan Tembung.

Ny. Suriati, Ibu angkat dari Rudi Susanto, wawancara pada 24 Maret 2023 di rumah yang bersangkutan, Jl. Willem Iskandar, Gg. Takwa no. 34.

Bpk Abdullah, ayah angkat dari Ahmad Hafiz, dan Ny. Suriati, ibu angkat dari Rudi Susanto, wawancara pada 31 Maret dan 1 April 2023 di rumah kediaman masing-masing.

Bpk. M. Rafiq, ayah angkat dari Syahdan Amrullah, wawancara pada 28 Maret 2023 di rumah yang bersangkutan, Jl. Rakyat no. 97 B.

Downloads

Published

2024-07-09

How to Cite

Gaffar, U. K. M. (2024). Kompilasi Hukum Islam Tentang Kewarisan untuk Memperjelas Kedudukan Anak Angkat pada Harta Orang Tua Angkatnya dalam Masyarakat Muslim Kota Medan. Indonesian Research Journal on Education, 4(3), 700–706. https://doi.org/10.31004/irje.v4i3.859

Issue

Section

Articles