Pengaruh Teman Sebaya dan Pemanfaatan Fasilitas Belajar di Sekolah terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Bisnis dan Administrasi Umum pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Gorontalo

Authors

  • Nureyin Karim Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.839

Keywords:

Pengaruh Teman Sebaya, Pemanfaatan Fasilitas Belajar, Hasil Belajar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengeruh teman sebaya terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi bisnis dan administrasi umum kelas XI di SMK Negeri 1 Gorontalo, untuk mengetahui pemanfaatan fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi bisnis dan adminisistrasi umum dan juga mengetahui pengaruh teman sebaya dan pemanfaatan fasilitias belajar terhadap hasil belajar siswa  XI dalam mata pelajaran ekonomi bisnis dan administrasi umum di SMK Negeri 1 Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket/kuesioner,tes dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini  adalah 54 siswa kelas XI.sampel yang di ambil juga berjumlah 54 siswa dalam 2 kelas.motode analisi yang di gunakan adalah regresi ganda. Hasil penelitiam menujukkan bahwa  1)Pengaruh teman sebaya terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran ekonomi bisnis dan administrasi umum kelas XI pemasaran di SMK Negeri 1 Gorontalo,  berdampak positif dan seignifikan secara persial, hasil analisisnya juga membuktikan signifikan, yang dapat di lihat dari nilai t hitung sama dengan 3,046 angka t hitung terbukti lebih besar dari nilai tabel t =1,675.   2)  Pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar terhadap hasil belajar, terdapat pengaruh positif antara pemanfaatan fasilitas belajar terhadap hasil belajar, hasil  analisis juga membuktikan signifikan, yang dapat di lihat dari nilai t hutung sama dengan 3,046, angka t hitung terbukti lebih besar dari nilai tabel t =1,675.   3) pengaruh teman sebaya dan pemanfaatan fasilitas belajar terhadap hasil belajar,hasil analisis dengan regresi ganda dapat di ketahui bahwa terdapat pengaruh positif teman sebaya dan pemanfaatan fasilitas terhadap hasil belajar juga signifikan dengan hasil uji f sebesar 15,268 lebih besar jika di bandingkan dengan t tabel alpha 0,05 (df=51)sebesar 2,790.

References

Abdurrahman, M. (2012). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Amir Daien Indrakusuma. (Malawi & Maruti, 2016). Tes adalah alat yang bersifat sistematis dan objektif untuk mendapatkan keterangan.

Angeline. (2022). Hasil belajar menunjukkan bahwa terdapat pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Kec. Medan Johon tahun ajaran 2021/2022.

Arista, I. D. (2018). Pengaruh disiplin belajar dan teman sebaya terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kedamean Gresik. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 6(3), 302–309.

Arischa, N. (1988). Observasi merupakan dasar semua ilmu pengetahuan.

Astute, M. B. (2016). Pengaruh perhatian orang tua dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar pelajaran matematika pada siswa kelas VIII semester genap SMP Negeri 2 Colomadu tahun ajaran 2015/2016. S1 Thesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UMS.

Aunurahman. (2011). Belajar dan pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Banawi, & Arifin, M. (2014). Mengelola sekolah berbasis entrepreneurship. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Berlian, I. (2013). Manajemen berbasis sekolah menuju sekolah berprestasi. Jakarta: Penerbit Erlang.

Blazevic. (2015). Santrock (2007). Pengertian teman sebaya.

Daryanto. (2006). Secara etimologi fasilitas belajar terdiri dari sarana dan prasarana belajar.

Daryono, H. M. (2006). Administrasi pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Dimyanti, & Mudjiono. (2008). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djaali, H. (2008). Psikologi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Esmita, D. (2005). Terdapat beberapa fungsi teman sebaya yang kemudian dibuat indikator.

Gagne (dalam Nasution, 2018). Indikator hasil belajar.

Hadi. (2004). Sumbangan relatif digunakan untuk perbandingan relatifitas.

Haryono, S. (2020). Metode penelitian bisnis dan manajemen: Teori & aplikasi. PT. Intermedia Personalia Utama.

Keputusan Menteri P dan K No. 079/1975. Fasilitas belajar dikelompokkan.

Mulyanto, & Wulandari. (2010). Desain penelitian.

Muhroji. (2004). Fasilitas belajar adalah semua yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik bergerak maupun tidak bergerak agar tercapai tujuan pendidikan dengan lancar, teratur, efektif, dan efisien.

Muhson. (2015). Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data penelitian.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Standar nasional pendidikan Bab VII standar sarana dan prasarana, Pasal 42.

Purwanto. (2010). Salah satu faktor yang memengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan perilaku dan gaya pribadi.

Sarah. (2016). Hasil belajar menunjukkan bahwa teman sebaya dan pemanfaatan fasilitas belajar sekolah secara simultan berpengaruh terhadap hasil belajar mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis siswa kelas X SMK PGRI 2 Malang.

Soedjadi. (1991). Penilaian hasil dan proses belajar mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Sopiatin. (2010). Pengertian fasilitas belajar.

Subroto (dalam Arikunto, 2012). Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha.

Sudjana, N. (2000). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung: PT Sinar Baru Algensindo.

Sudjana, N. (2000). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sudjana, N. (2013). Mengelompokkan macam-macam hasil belajar secara umum.

Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi pendidikan. Yogyakarta: UNY Pers.

Sugiyono. (2009). Statistik untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian bisnis. Bandung: Pusat Bahasa Depdiknas.

Sugiyono. (2018). Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut.

Sugiyono. (2019). Populasi adalah wilayah generalisasi.

Suryasubrata, S. (2012). Psikologi pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suranto. (2015). Pengaruh motivasi, suasana lingkungan, dan sarana prasarana belajar terhadap prestasi belajar siswa (Studi Kasus Pada SMA Khusus Putri SMA Islam Diponegoro Surakarta). Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 25(2).

Syarifudin. (2010). Kategori 5 yang umum digunakan dalam rumus statistika.

Vembrianto. (1993). Jenis-jenis kelompok teman sebaya (peer group).

Vembrianto. (2003). Kelompok teman sebaya memiliki fungsi.

Wahyuni. (2019). Variabel X indikator teman sebaya dan pemanfaatan fasilitas.

Zakiyah (dalam Arikunto, 2008). Fasilitas belajar adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah upaya dan memperlancar kerja dalam rangka mencapai tujuan.

Downloads

Published

2024-10-31

How to Cite

Karim, N. . (2024). Pengaruh Teman Sebaya dan Pemanfaatan Fasilitas Belajar di Sekolah terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Bisnis dan Administrasi Umum pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Gorontalo. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 2510 –. https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.839

Issue

Section

Articles