Pengaruh Metode Tongue Twister terhadap Kemampuan Berbicara Anak Usia 4-5 Tahun di TK Bintang Cendekia Kota Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v6i2.4249Keywords:
Anak Usia Dini, Kemampuan Berbicara, Tongue TwisterAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh metode tongue twister terhadap kemampuan berbicara anak usia 4–5 tahun di TK Bintang Cendekia Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Eksperiment. Pada penelitian diperoleh hasil kelas ekperimen diperoleh skor pretest 63 atau 32,81% dengan kategori mulai berkembang dan skor posttest 148 atau 77,08% dengan kategori berkembang sangat baik, sedangkan pada kelas kontrol yang tidak menggunakan metode tongue twister diperoleh skor pretest 56 atau 33,33% dengan kategori mulai berkembang dan skor posttest 69 atau 41,07% dengan kategori mulai berkembang. Didukung oleh hasil perhitungan uji t ttabel = 2,048 yang berarti dalam penelitian ini terdapat perbedaan kemampuan bicara antara kelas eksperimen dengan kelas control. Dan hasil uji t kelas eksperimen diperoleh ttabel = 2,131 yang berarti terdapat metode tongue twister terhadap kemampuan berbicara anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode tongue twister efektif digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini di TK Bintang Cendekia Kota Pekanbaru.
References
Arfianty, D. (2022). Upaya meningkatkan kemampuan berbicara melalui media gambar berseri.
Dahlia, L. (2013). Kemampuan berbicara menggunakan bahasa Indonesia anak usia 5–6 tahun TK Keranjik Kalimantan Barat. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura.
Dhieni, N., et al. (2008). Metode pengembangan bahasa. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Fadilah, F. (2022). Meningkatkan kemampuan pengucapan siswa melalui permainan tongue twister di kelas SMP PGRI Pasir Sakti Lampung Timur tahun ajaran 2021/2022.
Fikriyatun, N., et al. (2024). Penerapan media Nusacard berbasis keberagaman untuk meningkatkan literasi budaya kelas IV. Ilmu Pengetahuan, 4(3).
Hurlock, E. B. (1978). Perkembangan anak (M. T. Tjandrasa & M. Zarkasih, Penerj.). Erlangga.
Mardianto. (2013). Psikologi pendidikan. Perdana Publishing.
Masita, M., Munir, A., & Said, I. (2019). Meningkatkan kemampuan berbicara melalui media gambar berseri pada anak kelompok A TK Permataku Kota Palu. Universitas Muhammadiyah Palu.
Nirwana, A. R. (2020). Efektivitas strategi tongue twister untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
Nurhidayah, E. B. U. (2016). Upaya meningkatkan keterampilan berbicara siswa dengan pendekatan realistik menggunakan metode talking stick pada mata pelajaran IPA di kelas II A MI Al-Huda Karangnongko Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta (Skripsi). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Purwati, S. (2023). Analisis gangguan berbicara dysarthria pada anak usia 4–6 tahun (Doctoral dissertation). Universitas Muhammadiyah Ponorogo. http://eprints.umpo.ac.id/12577/
Radiah, I. (2022). Peningkatan kemampuan berbahasa anak dengan menggunakan media kartun Islami pada anak usia 5–6 tahun di TK Bukit Permai 2 Kabupaten Gowa.
Ratnaningsih, N. M. (2017). Metode dan strategi pembelajaran bahasa. Raja Grafindo Persada.
Santosa. (2012). Metodologi penelitian. IPB Press.
Solichah, N., & Suryani. (2016). Pengaruh sosiodrama terhadap peningkatan kemampuan bahasa lisan anak usia dini. Jurnal Penelitian Psikologi.
Studi, P., et al. (2025). Peningkatan kemampuan pengucapan bahasa Inggris siswa EFL melalui latihan tongue twister di MI Muhammadiyah Sawahan. Jurnal Pendidikan, 5(1).
Sudarma, P., Purnami, & Garminah. (2014). Pengaruh metode tongue twister terhadap kemampuan bahasa lisan siswa SD. E-Journal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha, 2(1).
Suhartono. (2005). Pengembangan keterampilan bicara anak usia dini. Depdiknas.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukiani. (2020). Improving students’ pronunciation ability through tongue twister method at the second grade students of MTs Al-Hamidiyah NW Sidemen in academic year (Skripsi). UIN Mataram.
Suryani, & Solichah, N. (2016). Pengaruh kegiatan sosiodrama terhadap peningkatan kemampuan bahasa lisan anak usia dini. Jurnal Penelitian Psikologi, 7(2), 77–98.
Syamsuddin, Barasandji, & Pantanemo. (2014). Kreativitas pembelajaran bahasa anak. Jurnal Kreatif Tadulako Online, 6(4).
Syamsu, Y. (2004). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Remaja Rosdakarya.
Syaukani. (2015). Metode penelitian: Pedoman praktis penelitian dalam bidang pendidikan. Perdana Publishing.
Taib, B., et al. (n.d.). Meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui APE puzzle pada usia 4–5 tahun di TK Pembina 02 Jambula Kota Ternate.
Utami, N. E. B. (2016). Upaya meningkatkan keterampilan berbicara siswa dengan pendekatan realistik menggunakan metode talking stick pada mata pelajaran IPA di kelas II A MI Al-Huda Karangnongko Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta (Skripsi). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Wulandari, D. (2024). Memahami gangguan berbicara cadel dan dampaknya pada komunikasi. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science Technology and Educational Research, 1(3), 1494–1498.
Yuliani. (2017). Pengaruh kegiatan bermain peran mikro terhadap kemampuan berbicara bahasa Indonesia anak usia 4–5 tahun (Skripsi).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yulfia Sandra, Rahmah, Swandra Rahayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









