Pemanfaatan Limbah Makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Pupuk Organik Cair melalui Fermentasi
Analisis Dampak Lingkungan dan Edukatif di MTs SA Al Mina Bandungan
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v5i6.3796Keywords:
Limbah Makanan, MBG, Pupuk Organik, Metana, Emisi Gas Rumah KacaAbstract
Limbah makanan (food waste) merupakan salah satu penyumbang utama emisi gas rumah kaca dan permasalahan lingkungan global. Di Indonesia, peningkatan timbulan limbah makanan juga terjadi pada sektor pendidikan, termasuk pada program penyediaan makanan bergizi seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah makanan dari program MBG di MTs SA Al Mina Bandungan yang telah diolah menjadi pupuk organik cair (POC) sebagai contoh praktik pengelolaan limbah berbasis sekolah. Kajian dilakukan melalui telaah literatur ilmiah dan analisis pengalaman praktis di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah MBG yang terdiri dari sisa sayur, nasi, lauk, dan buah memiliki karakteristik organik yang mudah terurai sehingga berpotensi diolah melalui proses fermentasi menjadi POC. Proses pengolahan ini tidak hanya menurunkan volume sampah yang sebelumnya langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang meningkatkan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman di lingkungan sekolah. Integrasi praktik pengolahan limbah MBG dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) terbukti mampu mengurangi emisi metana, meningkatkan kesadaran warga sekolah, serta mendukung ekosistem pendidikan berkelanjutan.
References
Agus, F. (2000). Kontribusi bahan organik untuk meningkatkan produksi pangan pada lahan kering bereaksi masam. Dalam Prosiding Seminar Nasional Sumber Daya Lahan: Buku III (Cisarua, Bogor, 9–11 Februari 1999). Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat.
Aini, N., & Rahmasari, A. (2022). Environmental literacy improvement through school-based waste management programs. Journal of Environmental Education Research, 14(2), 110–125.
Andhika, R., & Agung, A. (2016). Pemanfaatan limbah organik menjadi biogas ramah lingkungan. Jurnal Teknik Lingkungan, 22(1), 45–52.
Bau, D., Rahayu, M., & Pratama, Y. (2022). Household food waste generation and behavioral factors influencing disposal practices. Journal of Environmental Management, 318, 115–128.
Chaerul, M., & Zatadini, A. (2020). Pengaruh sikap dan norma subjektif terhadap perilaku membuang sisa makanan pada masyarakat urban. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 12(2), 145–154.
Chen, J., Wu, S., & Xu, M. (2020). Soil microbial community responses to organic fertilizer applications: A meta-analysis. Applied Soil Ecology, 145, 103–118.
Huang, Y., Lin, Z., & Chen, W. (2023). Greenhouse gas emissions from municipal food waste: A systematic analysis of landfill degradation processes. Waste Management, 157, 34–46.
IPCC. (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Cambridge University Press.
Kaza, S., Yao, L., Bhada-Tata, P., & Van Woerden, F. (2019). What a waste 2.0: A global snapshot of solid waste management to 2050. World Bank.
Kusumawati, L., Handayani, N., & Putra, A. (2020). Effectiveness of liquid organic fertilizer on ornamental plant growth. Agrohort Journal, 8(1), 55–63.
Larasati, A. A., & Puspikawati, S. (2019). Pengolahan sampah sayuran menjadi kompos dengan metode Takakura. Jurnal Ikesma, 15(2), 61.
Lingga, P., & Marsono, M. (2019). Petunjuk penggunaan pupuk. Penebar Swadaya.
Liu, X., Wang, J., & Zhao, L. (2021). Aerobic composting of household food waste: Process optimization and quality assessment. Environmental Technology & Innovation, 22, 101–156.
Luna, P., & Suryana, E. A. (2022). Implementasi sistem pengelolaan food loss and waste (FLW) di Indonesia sebagai inisiatif presidensi G20. Jurnal Analis Kebijakan, 6(1), 46–61.
Nasir, I., Rahman, S., & Karim, A. (2022). Methane production from food waste under anaerobic digestion: A review of influencing factors. Renewable & Sustainable Energy Reviews, 158, 112–238.
Nugroho, A., Yuliani, R., & Prasetyo, D. (2021). Impact of EM4-based liquid organic fertilizers on plant growth performance. Journal of Organic Agriculture, 12(1), 35–42.
Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011.
Pertiwi, L. N., Nugroho, S. P., & Wicaksono, A. (2020). Efektivitas lubang biopori dalam meningkatkan infiltrasi dan mempercepat dekomposisi sampah organik. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(3), 421–430.
Puger, A. (2018). Analisis timbulan dan karakteristik sampah organik pasar tradisional sebagai sumber energi alternatif. Jurnal Energi dan Lingkungan, 14(2), 67–74.
Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. (2021). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Sudarman, S. (2010). Pengaruh gas metana dari tempat pembuangan akhir terhadap lingkungan. Jurnal Sains Atmosfer, 5(1), 12–20.
Surendra, K. C., Tomberlin, J. K., & Khanal, S. K. (2020). Bioconversion of organic wastes by black soldier fly larvae: A review of recent advances. Waste Management, 110, 202–214.
Tamara, V., Mulyana, I. J., & Gunawan, I. (2020a). Pemodelan pengelolaan food waste di jaringan grocery store dengan sistem dinamis. Widya Teknik, 19(1), 49–58.
Tamara, V., Mulyana, I. J., & Gunawan, I. (2020b). Pemodelan pengelolaan food waste di jaringan grocery store dengan sistem dinamis. Scientific Journal Widya Teknik, 19(1).
UNEP. (2021). Food waste index report 2021. United Nations Environment Programme.
Wang, S., Li, Y., & Chen, Q. (2020). Methane emission potential from municipal solid waste landfills: Influence of waste composition and climatic conditions. Science of the Total Environment, 703, 135–147.
Widarti, A., Sutrisno, S., & Antara, M. (2020). Liquid organic fertilizer and its influence on soil biological properties. Soil Science and Agroecology, 9(2), 87–95.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sasmitha Afianti, Nisrina Hasna Tsabitha, Ahmad Minan Zuhri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









