Koping Religius pada Narapidana Lansia di Lapas Kelas IIa Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v5i5.3443Keywords:
Kesejahteraan Psikologis, Koping Religius, Narapidana LansiaAbstract
Lanjut usia merupakan kelompok rentan yang mengalami penurunan kondisi fisik, psikologis, dan sosial sehingga menghadapi tantangan berat dalam menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Narapidana lansia berisiko tinggi mengalami stres, kecemasan, dan kesepian akibat kehilangan kebebasan dan keterbatasan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk koping religius yang digunakan narapidana lansia di Lapas Kelas IIA Banjarmasin serta dampak yang dirasakan terhadap kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah tiga orang narapidana lansia beragama Islam yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan di dalam Lapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga narapidana lansia menerapkan koping religius positif dalam menghadapi stres dan kecemasan. Aktivitas keagamaan seperti sholat wajib dan sunnah, dzikir, membaca Al-Qur’an, pengajian, dan yasinan menjadi media mereka menemukan ketenangan batin, penerimaan diri, serta penguatan spiritual untuk bertahan di Lapas. Faktor pendukung koping religius mereka adalah pendidikan agama sebelumnya, pengalaman hidup, kondisi kesehatan, dan program pembinaan kepribadian di Lapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga narapidana lansia menerapkan koping religius positif dalam menghadapi stres dan kecemasan. Ketiga informan menerapkan koping religius positif seperti aktivitas sholat wajib dan sunnah, dzikir, membaca Al-Qur’an, pengajian, dan yasinan untuk memperoleh ketenangan batin dan penerimaan diri. Menariknya, ditemukan satu informan yang semula cenderung menggunakan koping religius negatif seperti merasa dihukum oleh Tuhan, namun berangsur berubah menjadi koping religius positif setelah mengikuti pembinaan keagamaan di Lapas. Faktor pendukung perubahan tersebut meliputi pendidikan agama, pengalaman hidup, kondisi kesehatan, dan adanya program pembinaan kepribadian di Lapas. erdasarkan temuan tersebut, diusulkan program SEHATI LANSIA (Sharing Hati Lansia) sebagai bentuk pendampingan psikospiritual yang membantu lansia mengelola emosi negatif, memperkuat koping religius positif, meningkatkan penerimaan diri, serta mencegah munculnya kembali koping religius negatif.
References
Alfatih, A. (2017). Buku Pedoman Mudah Melaksanakan Penelitian Deskriptif Kualitatif. Palembang: Unsri Press.
Anggraini, E. (2015). Strategi Regulasi Emosi dan Perilaku Koping Religius Narapidana Wanita dalam Masa Pembinaan Studi Kasus: Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Bulu Semarang. Jurnal Teologia, 26(2). https://doi.org/10.21580/teo.2015.26.2.435
Anjani, V. M. D. (2019). Dukungan Sosial dengan Strategi Koping Religius pada Janda Polisi (warakawuri). Jurnal Psikologi Ilmiahh, 11(3).
Arifi, I., & Archianti, P. (2024). Bertahan di Dunia Digital : Koping Religius dengan Penerimaan Diri Korban Perundungan Siber. Satwika: Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 8(2).
Aswar, A. K. A. S., & Yasin, H. M. (2021). Peranan Lembaga Pemasyarakatan dalam Melakukan Pembinaan terhadap Narapidana Lanjut Usia. Al-Ishlah: Jurnal Ilmiah Hukum, 24(1), 104–125. https://doi.org/10.56087/aijih.v24i1.61
BPS. (2024). Statistik Penduduk Lanjut Usia.
Cummings, J. P., & Pargament, K. I. (2010). Medicine for the spirit: Religious coping in individuals with medical conditions. Religions, 1(1), 28–53. https://doi.org/10.3390/rel1010028
Darwati, Y., & Hafil, A. S. (2024). Kontribusi Koping Religius Dalam Mengatasi Stres Pada Lansia Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Blitar. Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 33(2), 465–486. https://doi.org/10.30762/empirisma.v33i2.2112
Efendy, M., Pratitis, N., Norhidayah, M. R., & Putri, E. N. A. (2024). Coping Religius dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Muslim di Indonesia. Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 11(2), 223–241.
Fahmi, A. Y., & Sukmawati, R. (2020). Hubungan Coping Religius dengan Tingkat Depresi pada Warga Binaan Wanita di Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Surya Muda, 2(2).
Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., Jonata, Mashudi, I., Hasanah, N., Maharani, A., Ambarwati, K., Noflidaputri, R., Nuryami, & Waris, L. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. https://scholar.google.com/citations?user=O-B3eJYAAAAJ&hl=en
Folkman, S., & Moskowitz, J. T. (2004). Coping: Pitfalls and promise. Annual Review of Psychology, 55, 745–774. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.55.090902.141456
Hasanah, H. (2016). Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). Jurnal At-Taqaddum, 8(1), 21. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163
Heryanto, B. (2023). Narapidana Tinda Pidana Narkotika: Menyoal Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Hukum Mimbar Justisia, 9(1), 175–202.
Hidayati, S. N., & Dewi, D. S. E. (2024). Dampak Koping Religius pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Psimphoni, 5(1). https://doi.org/10.30595/psimphoni.v5i1.19398
Humaidah, A., Amalia, N. W., Latifa, R., & Saloom, G. (2024). Peran Religious Coping Terhadap Kesehatan Mental : Systematic Literature Review. Jurnal Psikologi Islam, 7(2), 110–117.
Humaidy, & Bakar, A. (2014). Sepercik Ajaran Agama yang Memberdayakan (Pemberdayaan Komunitas Miskin Kelayan B Banjarmasin KAlimantan Selatan). Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 4(01), 1–36.
I. Pargament, K., & Abu Raiya, H. (2007). A DECADE OF RESEARCH ON THE PSYCHOLOGY OF RELIGION AND COPING: Things we assumed and lessons we learned. Psyke & Logos, 28(2), 25. https://doi.org/10.7146/pl.v28i2.8398
Imaduddin, I. A., & Aulia, Q. (2024). Loneliness In Elderly Inmates At Class IIA Correctional. JHSS (Journal of Humanities and Social Studies), 8(1), 309–313.
Itqoniah, C. F., & Adriani, Y. (2021). The Effect of Mindfulness and Religious Coping on Elderly Mental Health. TAZKIYA: Journal of Psychology, 9(2). https://doi.org/10.15408/tazkiya.v9i2.22941
Karliana, Dilla, S. V., Rosella, A., Sakyan, H., & Marsita, S. (2024). Peran Orang Tua Muallaf dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak di Desa Air Sempiang Kepahiang. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(4), 241–255.
Khair, N. (2022). Sambatan: Studi Etnografis Tentang Koping Religius Warga Desa Girimulyo Kecamatan Panggang Kabupaten Gunung Kidul D.I Yogyakarta. Journal of Psychological Science and Profession, 6(2), 164–175. https://doi.org/10.24198/jpsp.v6i2.36189
Kusuma, F. P. (2013). Implikasi Hak-Hak Narapidana dalam Upaya Pembinaan Narapidana dalam Sistem Pemasyarakatan. Jurnal Hukum Pidana Dan Penanggulangan Kejahatan, 2(2). www.bbc.co.uk/indonesia/berita/indonesia/201/07/130711-%0Ahttps://jurnal.uns.ac.id/recidive/article/view/32028
Maulana, I., & Subroto, M. (2021). Pembinaan Kemandirian Terhadap Narapidana Lanjut Usia Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tanjung Balai. Research & Learning in Primary Education, 1(2).
Maulidah, I. Z., Cikusin, Y., & Widodo, R. P. (2021). Pondok Pesantren Dan Mengembangkan Kualitas Sumber Daya Manusia (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darussalam Bayuwangi). An-Natiq Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 1(1).
Muda, F., Indra, S., & Zulkifli, A. (2024). Dampak Koping Religius dalam Mereduksi Stres Akademik Mahasiswa. Jurnal Wahana Konseling, 7(2).
Nabilah, H. H., Kusumawardani, L. H., & Pratama, K. N. (2025). Hubungan Koping Religius dengan Kesejahteraan Psikologis Lansia Empty Nester di Kecamatan Banyumas. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), 10(1).
Norau, S., & Sanaba, B. (2022). Efektivitas Pembinaan Narapidana Di Lembaga Permasyarakatan Klas II B Sanana. Jurnal Hukum Dan Ekonomi, 08(1).
Nugroho, A. (2019). Persepsi Anak Muda Terhadap Keberadaan Lansia Di Indonesia. Journal of Urban Sociology, 2(2). https://doi.org/10.30742/jus.v2i2.996
Nul Hakim, L. (2020). Urgensi Revisi Undang-Undang tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 11(1). https://doi.org/10.22212/aspirasi.v11i1.1589
Pargament, K., Feuille, M., & Burdzy, D. (2011). The Brief RCOPE: Current psychometric status of a short measure of religious coping. Religions, 2(1), 51–76. https://doi.org/10.3390/rel2010051
Pargament K. I. (1997). The psychology of religion and coping. Theory, research, practice. New York. 163–197.
Pargament, K. I., Smith, B. W., Koenig, H. G., & Perez, L. (1998). Patterns of Positive and Negative Religious Coping with Major Life Stressors. Journal for the Scientific Study of Religion, 37(4), 710. https://doi.org/10.2307/1388152
Prasetyo, B. I., & Subroto, M. (2021). Optimalisasi Pembinaan Narapidana Lansia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta. Jurnal Hukum Dan Humaniora, 8(4).
Prayoga, A. dkk. (2023). Peran Lembaga Pemasyarakatan Dalam Sistem Peradilan Pidana Pada Proses Pembinaan Sebagai Tujuan Akhir Pemidanaan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/12527%0Ahttp://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/download/12527/9568
Rahmawan, N., & Subroto, M. (2025). Perlakuan terhadap Narapidana Lanjut Usia dalam Meningkatkan Kesejahteraan di Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v12i002.19622
Rizki, N. J. (2022). Teori Perkembangan Sosial dan Kepribadian dari Erikson (Konsep, Tahap Perkembangan, Kritik & Revisi dan Penerapan). Epistemic: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(2), 153–172.
Salsabila, A. Y., & Hadi, S. (2022). Hubungan Antara Coping Religiusitas dengan Kecemasan Narapidana Menjelang Masa Bebas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kabupaten Banyuwangi. Psychospiritual: Journal Of Trend in Islamic Psychological Research, 1.
Santrock, J. W. (2019). Life-Span Development Seventeenth Edition. In Life-span development, 7th ed. New York: McGraw-Hill Higher Education.
Sutra, B. M. (2020). Peran Kunjungan Keluarga terhadap Kondisi Psikologis Narapidana di Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5. https://doi.org/10.1016/j.jnc.2020.125798%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.smr.2020.02.002%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/810049%0Ahttp://doi.wiley.com/10.1002/anie.197505391%0Ahttp://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780857090409500205%0Ahttp:
Yudin, F., & Wasehudin. (2024). Peran Guru PAI dalam Membangun Moderasi Beragama di Lingkungan Sekolah Provinsi Banten. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(6), 6397–6407.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Raden Ayu Puspita, Vivi Sylviani Biafri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









