Peran Antara Kematangan Emosi dan Dukungan Sosial terhadap Forgiveness pada Remaja yang Mengalami Putus Cinta

Authors

  • Ida Ayu Krisnayani Mahadewi Universitas Udayana, Indonesia
  • Luh Kadek Pande Ary Susilawati Universitas Udayana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v5i5.3129

Keywords:

Dukungan Sosial, Forgiveness, Kematangan Emosi, Putus Cinta, Remaja

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran antara kematangan emosi dan dukungan sosial terhadap forgiveness pada remaja yang mengalami putus cinta. Penelitian ini melibatkan 204 remaja (134 perempuan; 70 laki-laki) berusia 12–21 tahun yang memiliki pengalaman putus cinta dengan durasi hubungan minimal enam bulan. Sebaran usia partisipan terdiri dari 12–15 tahun (n=54), 16–18 tahun (n=63), dan 19–21 tahun (n=87). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan alat ukur yaitu skala forgiveness, skala kematangan emosi, dan skala dukungan sosial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah convenience sampling. Hasil dari uji hipotesis menggunakan regresi linear berganda menunjukkan bahwa koefisien determinasi sebesar 0,508 yang artinya kematangan emosi dan dukungan sosial berperan terhadap forgiveness sebesar 50,8%. Analisis tambahan yang dilakukan pada data demografi menunjukkan bahwa jenis kelamin serta durasi lamanya berpacaran menunjukkan berperan signifikan terhadap tingkat forgiveness pada remaja. Temuan ini memberikan kontribusi praktis dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai dasar pengembangan intervensi psikologis maupun edukasi bagi orangtua dan guru untuk membantu remaja mengelola emosi, membangun dukungan sosial, serta mendorong sikap pemaafan setelah mengalami putus cinta.

References

Aulya, S. N. (2021). Hubungan antara kematangan emosi dengan forgiveness pada dewasa awal (Doctoral dissertation, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya).

Azwar, S. (2018). Metode penelitian psikologi (Edisi Kedua). Pustaka Belajar.

Badruzzaman, A. R. (2024, April 7). putus cinta, remaja di gresik nekat gantung diri dengan tali pramuka. [Berita online]

Bayın, Ü., & Kaya, M. (2021). Forgiveness and perceived social support in teenagers. Education Quarterly Reviews, 4(3), 588–605.

Collins, W. A. (2003). More than myth: The developmental significance of romantic relationships during adolescence. Journal of Research on Adolescence, 13(1), 1–24.

Ekasari, M. F., Rosidawati, & Jubaedi, A. (2019). Pengalaman pacaran pada remaja awal. 8(1).

Fincham, F. D., May, R. W., & Sanchez-Gonzalez, M. A. (2020). Social support and forgiveness in emerging adulthood: Implications for mental health and emotional recovery. Journal of Social and Personal Relationships, 37(2), 473–490.

Furman, W., & Wehner, E. A. (1997). Adolescent romantic relationships: A developmental perspective. In W. Furman, B. B. Brown, & C. Feiring (Eds.), The development of romantic relationships in adolescence (hlm. 21–36). Lawrence Erlbaum Associates.

Iqsa, W. N., Dimala, C. P., & Siregar, L. M. (2022). Pengaruh dukungan sosial dan kematangan emosi terhadap forgiveness pada dewasa awal pasca perceraian orang tua di Karawang (Electronic thesis or dissertation). [Universitas Buana Perjuangan Karawang]. Retrieved from https://localhost/etd

Katkovsky, W., & Gorlow, L. (1976). The psychology of adjustment: Current concepts and applications. McGraw-Hill Companies.

Kusumawati, P. D., Ragilia, S., Trisnawati, N. W., Larasati, N. C., Laorani, A., & Soares, S. (2018). Edukasi masa pubertas pada remaja. Journal of Community Engagement in Health, 1(1), 1–3.

Linda, S. (2007). Membimbing anak remaja. Karisma Publishing Group.

McCullough, M. E. (2000). Forgiveness as a personality trait: Theory, measurement, and relationships with mental health. Journal of Social and Clinical Psychology, 19(1), 129–145.

McCullough, M. E. (2006). Forgiveness: A clinical perspective. Journal of Clinical Psychology, 62(5), 577–586. https://doi.org/10.1002/jclp.20298

Monroe, S. M., Rohde, P., Seeley, J. R., & Lewinsohn, P. M. (1999). Life events and depression in adolescence: Relationship loss as a prospective risk factor for first onset of major depression. Journal of Abnormal Psychology, 108(4), 606–614.

Nalle, I. V, & Khotimah, H. (2020). Forgiveness mahasiswa ditinjau dari dukungan sosial. Jurnal Psikologi Tabularasa, 15(1), 12–18. https://doi.org/10.26905/jpt.v15i1.4820

Pariartha, N. K. A. M. Y. H., Az Zahra, A. C., Anggini, C. T., & Eva, N. (2022). The role of forgiveness and social support on psychological well being among women in dating violence. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 13(2), 130–143. https://doi.org/10.26740/jptt.v13n2.p130-143

Santrock, J. W. (2018). Educational psychology (6th ed.). McGraw-Hill Education.

Saputro, K. Z. (2018). Memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 17(1), 25–32. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v17i1.1362

Sarafino, E. P. (1994). Health psychology: Biopsychosocial interactions. John Wiley & Sons.

Sbarra, D. A., & Emery, R. E. (2005). The emotional sequelae of nonmarital relationship dissolution: analysis of change and intraindividual variability over time. Personal Relationships, 12(2), 213–232. https://doi.org/10.1111/j.1350-4126.2005.00112.x

Sihotang, A., & Huwae, A. (2023). Kematangan emosi dan pemaafan pada remaja akhir perempuan yang berasal dari keluarga broken home. Jurnal Psikologi Malahayati, 5(2), 327–336. https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PSIKOLOGI/index

Silk, J. S., Steinberg, L., & Morris, A. S. (2003). Adolescents’ emotion regulation in daily life: Links to depressive symptoms and problem behavior. Child Development, 74(6), 1869–1880. https://doi.org/10.1046/j.1467-8624.2003.00643.x

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif. Alfabeta.

Sullivan, M. J., & Monti, S. (2020). The relationship between emotional regulation and forgiveness: The role of social support. Journal of Behavioral Health, 45(2), 180–190.

Susanto, M. R., & Darmayanti, K. K. H. (2023). The effect of forgiveness on happiness in adolescents after broken love in Palembang city. Jurnal Sains Psikologi, 12(1), 90–98. https://doi.org/10.17977/um023v12i12023p90-98

Tacasily, Y. O. M., & Soetjiningsih, C. H. (2021). Hubungan forgiveness dan psychological well-being pada mahasiswa yang pernah mengalami putus cinta. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 12(2). https://doi.org/10.23887/jibk.v12i2.34199

Toussaint, L., Worthington, E. L., Williams, D. R., Grace, M. A., & Lee, S. A. (2015). Forgiveness and health: The role of emotional and social factors in the forgiveness process. Journal of Social and Clinical Psychology, 34(1), 15–30.

Worthington, E. L., & Scherer, M. (2004). Forgiveness is an emotion-focused coping strategy that can reduce health risks and promote health resilience: theory, review, and hypotheses. Psychology & Health, 19(3), 385–405. https://doi.org/10.1080/0887044042000196674

Worthington, E. L., Witvliet, C. V., Pietrini, P., & Miller, A. J. (2007). Forgiveness and health: Scientific evidence and theories relating forgiveness to better health. Psychology & Health, 22(3), 337–354. https://doi.org/10.1080/14768320600979015

Yuwanto, L. (2010). Putus cinta : Kajian perspektif psikologi. Surabaya : Putra Media Nusantara.

Downloads

Published

2025-08-06

How to Cite

Mahadewi, I. A. K. ., & Susilawati, L. K. P. A. . (2025). Peran Antara Kematangan Emosi dan Dukungan Sosial terhadap Forgiveness pada Remaja yang Mengalami Putus Cinta. Indonesian Research Journal on Education, 5(5), 38 –. https://doi.org/10.31004/irje.v5i5.3129

Issue

Section

Articles