Bentuk Penyajian Kesenian Musik Iringan Tari Buto pada Kesenian Kuda Lumping Grup Mergo Utomo di Srimenanti Kecamatan Buay Pamaca Kabupaten Oku Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v5i4.2849Keywords:
Tari Buto, Musik Iringan, Kuda LumpingAbstract
Musik iringan memiliki peran yang sangat penting dalam pertunjukan Tari Buto sebagai bagian dari kesenian Kuda Lumping, khususnya dalam menciptakan suasana pertunjukan yang kuat, dramatis, dan penuh energi. Musik ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring gerak, tetapi juga sebagai elemen utama dalam membangun emosi dan atmosfer mistis dalam setiap tahapan pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan bentuk penyajian musik iringan Tari Buto yang terdiri dari enam bagian, yaitu pembukaan acara, musik pembuka, menuju trance, atraksi dalam kondisi trance, proses penyadaran, dan penutupan. Setiap tahapan memiliki karakteristik musik yang berbeda, mulai dari irama lambat dan tenang hingga cepat, keras, dan dinamis yang mendukung perubahan suasana secara bertahap. Bentuk penyajian Musik iringan tari buto memiliki lima elemen pendukuung berdasarkan teori Djelantik (1999): alat musik, kostum, penonton, tata rias, serta tempat dan waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik iringan dalam Tari Buto tidak hanya menjadi pengiring teknis, tetapi juga sebagai media ekspresi spiritual dan budaya yang menghubungkan antara dunia nyata dan dimensi mistis dalam tradisi masyarakat.
References
Alfajri, R., & Marzam. (2021). Struktur Pertunjukan Kuda Lumping di Kelurahan Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo Padang. Jurnal Sendratasik, 10(1), 254–270. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24036/jsu.v9i2.110546
Anggun, Wardiah, D., & NAD, N. (2023). Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Tepak di Sanggar Sang Putri Sriwijaya. 2(2), 1150–1156.
Azizah Nurul Khasanah, Dedy Firmansyah, & Ahmad Heryanto. (2024). Kesenian Kuda Lumping Sanggar New Suryo Budoyo Dikecamatan Lahat Kabupaten Lahat. Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media Dan Desain, 1(4), 90–101. https://doi.org/10.62383/abstrak.v1i4.200
Bidang, A., & Lestari, W. (2021). Analisis Etnografi Alat Musik Tradisional Geso’-Geso’ dari Toraja. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 4(1), 1–6. https://doi.org/10.30998/vh.v4i1.4041
Diosi, R. (2020). Peran Guru Dalam Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Siswa Sdn 97 Rejang Lebong.
Djelantik, A. A. . (1999). Estetika Sebuah Pengantar (T. Rahzen & N. N. M. Suryani (eds.); 1st ed.). Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Fachrissal, F., Sudikan, S. Y., & Wahyuni, E. (2021). Estetika Musik Sampe’ Dayak Kenyah. CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics), 7(2), 259. https://doi.org/10.30872/calls.v7i2.7055
Hadi, S. (2012). Koreografi: Bentuk-Teknik-Isi (1st ed.). Cipta Media bekerjasama dengan Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Yogyakarta. https://www.google.co.id/books/edition/Koreografi/r4CFDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=0
Hardiarini, C., & Firdhani, A. M. (2022). Kesenian Kuda Lumping: Tinjauan Studi Multiperspektif. Indonesian Journal of Performing Arts Education, 2(1), 15–19. https://doi.org/10.24821/ijopaed.v2i1.6710
Indriyanto. (2019). Estetika Gerak Tari Kuda Lumping di Desa Sumber Girang Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. Jurnal Seni Tari. https://www.academia.edu/84310161/Estetika_Gerak_Tari_Kuda_Lumping_di_Desa_Sumber_Girang_Kecamatan_Lasem_Kabupaten_Rembang
Irawan, S., Priyadi, A. T., & Sanulita, H. (2014). Struktur dan Makna Mantra Kuda Lumping. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 3(6), 1–12.
Liliweri, A. (2021). Makna Seni dan Kesenian: Seri Pengantar Seni Kebudayaan (1sted.). Nusamedia. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=3hVtEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=pengertian+kesenian&ots=p2M2yFMPwq&sig=QAYX_mM8cnBMAiN4rdRmPi25OS0&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian kesenian&f=false
Mouwn Erland. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif. In Rake Sarasin (Issue March).
Mukafi, M. H., Aqila, S., & Prawita, C. (2024). Evolusi Estetika Dalam Seni Kuda Lumping : Studi Lapangan Kelompok Kesenian Jurang Blimbing. 8(3), 313–326.
Prabandari, G. A. A. I. M., & Kurniawan, I. gede agus. (2023). Pentingnya Kesadaran Menjaga Kesenian Khususnya Kesenian Daerah Bali Pada Anak Sekolah Dasar Desa Mengesta. Imajinasi : Jurnal Seni, XVII(2), 58–62.
Sa’ati, Z. L., & Indriyanto, I. (2022). Estetika Bentuk Pertunjukan Tari Kuda Lumping Satriyo Wibowo Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung. Jurnal Seni Tari, 11(1), 1–11. https://doi.org/10.15294/jst.v11i1.54839
Sakarthi, L. (2019). Nilai Mistis pada Bentuk Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung. Jurnal Seni Tari. https://www.academia.edu/104174428/Nilai_Mistis_pada_Bentuk_Pertunjukan_Kesenian_Kuda_Lumping_Satrio_Wibowo_di_Desa_Sanggrahan_Kabupaten_Temanggung
Schrag, B., & Rowe, J. (2022). Kesenian Daerah Untuk Kemuliaan Allah. William Caray Publisher. https://www.google.co.id/books/edition/Kesenian_Daerah_untuk_Kemuliaan_Allah/1E2JEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=kesenian&pg=PT14&printsec=frontcover
Sugiono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D (29th ed.). Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif. In Rake Sarasin (Issue March). https://scholar.google.com/citations?user=O-B3eJYAAAAJ&hl=en
Syahputri, A. Z., Fallenia, F. Della, & Syafitri, R. (2023). Kerangka berfikir penelitian kuantitatif. Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pengajaran, 2(1), 160–166.
Tavip Sunarto, Irianto Ibrahim, L. O. S. (2018). Seni Pertunjukan Kuda Lumping Lestari Budoyo Di Desa Wonua Sari Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya, 3(2), 2502–4191. http://ojs.uho.ac.id/index.php/JPSB
Tiani, N., Rochayati, R., & Siswanto, S. (2023). Struktur Tari Kuda Lumping di Desa Saleh Mukti Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin. ANTOR Education and Learning Journal, 2(5), 584–591.
Tri Julian, I., Setiaji, D., & Apriani, A. (2021). Analisis Struktur Penyajian Kesenian Dogdog Kuda Lumping Panggeuing Ati Group Di Citapen Kidul Kota Tasikmalaya. Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 4(2), 148–154. https://doi.org/10.35568/magelaran.v4i2.1493
Vebriana, K. (2017). Bentuk Penyajian Jathilan Sekar Kencono di Dusun Jitengan Balecatur Gamping Sleman. Institutional Repository Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 1–17.
Winarsih, S. (2023a). Fungsi dan Makna Simbolis Kuda Lumping (S. Hardjono (ed.); 1st ed.). Penerbit Mutiara Aksara. https://ipusnas2.perpusnas.go.id/book/09129af1-cf32-4d66-a45c-06f129601383/789493d9-4f7c-48d1-ad32-e2c120461f68
Winarsih, S. (2023b). Fungsi dan Makna Simbolis Kuda Lumping (S. Hardjono (ed.); 1st ed.). Penerbit Mutiara Aksara. https://ipusnas2.perpusnas.go.id/book/09129af1-cf32-4d66-a45c-06f129601383/789493d9-4f7c-48d1-ad32-e2c120461f68
Zulia Salim, & Anik Juwariyah. (2024). Bentuk Penyajian Tari jebing Majengan Kota Probolinggo pada (FKPU) Di Kabupaten Sampang Tahun 2019. JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, 2(2), 291–301. https://doi.org/10.61787/mtreny67.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nike Puspita Sari, Silo Siswanto, Dedy Firmansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









