Tata Rias dan Busana Tari Burung Kuaw di Sanggar Seni Sedulang Setudung Banyuasin

Authors

  • Ayu Sri Ningsih Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Silo Siwanto Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Naomi Diah Budi Setyaningrum Universitas PGRI Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v5i4.2848

Keywords:

Tata Rias dan Busana, Tari Burung Kuaw, Sanggar Seni

Abstract

Dalam analisa ini, rias dan busana yang digunakan oleh penari Burung Kuaw di Studio Seni Sedulang Setudung Banyuasin diteliti. Dalam tarian Burung Kuaw, yang bersifat artistik dan filosofis, kostum dan riasan penari berfungsi untuk menonjolkan gerakan mereka dan memberikan konteks bagi karakter yang mereka gambarkan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan data dikumpulkan melalui metode seperti dokumentasi, wawancara, dan observasi. Tari burung kuaw menggunakan warna-warna cerah untuk menonjolkan ekspresi penari, sementara busananya dirancang dengan motif dan warna yang memiliki makna simbolis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata rias dan busana tidak hanya berfungsi sebagai estetika visual tetapi juga menjadi elemen penting dalam menyampaikan filosofi tari. Oleh karena itu, pelestarian dan inovasi dalam desain busana serta tata rias perlu dilakukan agar tarian ini tetap lestari.

References

Ahmad, R. (2018). Analisis data kualitatif. Banjarmasin.

Banyuasin, P. K. (2023, Januari Selasa). Kabupaten Banyuasin.

Elvandari, E., Rochayati, R., & Hera, T. (2016). Menuju kelas koreografi. Komunitas Lumbung Kreatif.

Endraswara, S. (2011). Metode pembelajaran drama (Apresiasi, ekspresi, dan pengkajian). CAPS.

Ernawati, Izwerni, & Nelmira. (2008). Tata busana. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Fahmi, F. (2018). Pendukung penampilan tari. Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hadi, Y. S. (2018). Revitalisasi tari tradisional. ISI Yogyakarta.

Heriyawati, Y. S. (2018). Seni pertunjukan dan ritual. Penerbit Ombak.

Jaya, I. M. (2021). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Quadrant.

Jazuli, M. (2021). Seni tari. Cipta Prima Nusantara.

Kurniawan. (2022). Bahan ajar filsafat seni. Universitas PGRI Palembang.

Pranoto, I. (2019). Bahan ajar tata rias & busana (Seni drama, tari, dan musik). Uwais Inspirasi Indonesia.

Rochayati, R., Elvandari, E., & Hera, T. (2016). Menuju kelas koreografi. Komunitas Lumbung Kreatif.

Saputri, S., Elvandari, E., & Hidayatullah, H. (2023). Peran program kerja sanggar seni Sedulang Setudung terhadap perkembangan tari di Kecamatan Banyuasin III. Sumatera Selatan: Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. https://doi.org/10.31004/irje.v3i1.148

Seriati, N. N. (2015). Tata rias busana pentas tari. Institut Seni Indonesia.

Setyaningrum, N. D. B. (2020). Peranan pendidikan seni dalam pengembangan kreativitas dan pembentukan nilai positif pada anak. Getter: Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik, 3(2), 53-63.

Wahyuni, D. T., Rochayati, R., & Siswanto, S. (2023). Deskripsi tari Jaran Buto dalam perspektif tata rias dan busana di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. ANTHOR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 2(4).

Downloads

Published

2025-06-18

How to Cite

Ningsih, A. S. ., Siwanto, S. ., & Setyaningrum, N. D. B. . (2025). Tata Rias dan Busana Tari Burung Kuaw di Sanggar Seni Sedulang Setudung Banyuasin. Indonesian Research Journal on Education, 5(4), 333 –. https://doi.org/10.31004/irje.v5i4.2848

Issue

Section

Articles