Wanprestasi Dalam Jual Beli Batubara

Authors

  • Ahmad Rais Imtiyaz Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonsesia
  • Akasyah Rizwan Kurnia Putra Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonsesia
  • Erland Zuhdi Karo Karo Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonsesia
  • Fatkhurrohkman Nawawi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonsesia
  • Dwi Desi Yayi Tarina Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonsesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v5i4.2818

Keywords:

Asas Perjanjian, Hukum Perdata, Pacta Sunt Servanda, Itikad Baik, Kebebasan Berkontrak

Abstract

Perjanjian merupakan alat hukum yang penting dalam kehidupan masyarakat, baik dalam hubungan bisnis, keluarga, maupun hubungan pribadi. Dalam hukum perdata, perjanjian tidak hanya mengatur hak dan kewajiban para pihak, tetapi juga harus memenuhi sejumlah asas yang mendasari keabsahan dan pelaksanaan perjanjian tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis asas-asas utama dalam perjanjian menurut hukum perdata Indonesia, seperti asas kebebasan berkontrak, asas konsensualisme, asas itikad baik, asas pacta sunt servanda, asas keseimbangan, dan asas kepatuhan terhadap hukum. Penelitian ini menunjukkan bahwa asas-asas tersebut tidak hanya menjadi pedoman dalam penyusunan perjanjian, tetapi juga memberikan jaminan kepastian hukum bagi para pihak yang terlibat. Dalam praktiknya, penerapan asas-asas ini sangat penting untuk menghindari terjadinya ketidakadilan dan penyalahgunaan dalam proses perjanjian.

References

Harahap, N. (2025). Perjanjian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Medan.

Hukumonline. (2023). Pasal 1320 KUH Perdata tentang syarat sah perjanjian. Diakses dari https://www.hukumonline.com/klinik/a/pasal-1320-kuh-perdata-tentang-syarat-sah-perjanjian-lt656f1d2fff0d7/

Hukumonline. (2023). Unsur dan cara menyelesaikan wanprestasi. Diakses dari https://www.hukumonline.com/berita/a/unsur-dan-cara-menyelesaikan-wanprestasi-lt62174878376c7/

Indonesia. (1847). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).

Indonesia. (1941). Herziene Inlandsch Reglement (HIR).

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (1985). Putusan No. 3609 K/Pdt/1985.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (1996, September 17). Putusan No. 112 K/Pdt/Pdt/1996.

Marzuki, P. M. (2020). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana.

Pustaka Legal. (2022). HIR (Herzien Inlandsch Reglement). Diakses dari https://pustakalegal.wordpress.com/undang-undang/perdata/hir/

Smart Lawyer. (2023). Bunyi dan penjelasan Pasal 1338 KUH Perdata. Diakses dari https://smartlawyer.id/bunyi-penjelasan-pasal-1338-kuh-perdata/

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2021). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Downloads

Published

2025-06-05

How to Cite

Imtiyaz, A. R. ., Putra, A. R. K. ., Karo, E. Z. K. ., Nawawi, F. ., & Tarina, D. D. Y. . (2025). Wanprestasi Dalam Jual Beli Batubara. Indonesian Research Journal on Education, 5(4), 14 –. https://doi.org/10.31004/irje.v5i4.2818

Issue

Section

Articles