Membangun Keharmonisan Sosial Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Agama Inklusif di PAUD Permata Bunda Air Joman
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v5i4.2806Keywords:
Keharmonisan Sosial, Anak Usia Dini, Pembelajaran Agama InklusifAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan bagaimana pembelajaran agama yang bersifat inklusif dapat membangun keharmonisan sosial pada anak usia dini di PAUD Permata Bunda Air Joman. Keharmonisan sosial merupakan kemampuan anak untuk hidup rukun, saling menghargai, dan menjalin hubungan positif dengan teman sebaya, tanpa membedakan latar belakang agama, budaya, atau sosial. Pendekatan inklusif dalam pembelajaran agama berfokus pada pengenalan nilai-nilai universal seperti kasih sayang, toleransi, empati, dan saling menghormati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran agama inklusif yang diterapkan secara konsisten dan kontekstual mampu menumbuhkan sikap sosial yang harmonis pada anak. Anak-anak mulai menunjukkan perilaku kooperatif, tidak diskriminatif, serta memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap teman yang berbeda latar belakang. Peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam menyampaikan nilai-nilai tersebut dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan agama yang inklusif di usia dini dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang toleran dan harmonis di masa depan.
References
Alam Tarlam, Ernawati, F. A. (n.d.). Peningkatan Kualitas Guru PAUD Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Inklusif didi Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu. Bakti Mifda Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1–12.
George S. Morrison. (2016). Pendidikan Anak Usia Dini Saat Ini (Y. Santoso (ed.)). Pustaka Pelajar.
Helandri, J., Alensi, D., Asmara, R., & Sari, R. A. (2024). Pendidikan Inklusif dalam Perspektif Islam untuk Anak Usia Dini. Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(2).
Maulidya Ulfah. (2018). Peningkatan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Melalui Permainan Gelas BOCOR. Al-Fitrah: Journal of Early Childhood Islamic Education, 2(1), 242–250.
Mhd. Habibu Rahman., dkk. (2023). Paradigma Beragama Guru PAUD dan SIkap Inklusivitas Beragama Anak Usia Dini. Tahta Media Grup.
Mhd. Habibu Rahman. (2020). Pengembangan Nilai Moral dan Agama Anak Usia Dini: Panduan Bagi Orang Tua, Guru, Mahasiswa dan Praktisi PAUD. Edu Publisher.
Novan Ardy Wiyani. (2016). Konsep Dasar PAUD (p. 5). Ar-Ruzz Media.
Nurmalitasari, F. (2015). Perkembangan Sosial Emosi pada Anak Usia Prasekolah. Buletin Psikologi, 23(2), 103–111. https://doi.org/10.22146/bpsi.10567
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (p. 112). Alfabeta.
Sulastri, S., & Ahmad Tarmizi, A. T. (2017). Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 61–80. https://doi.org/ 10.19109/ ra.v1i1.1526
Wijirahayu, A., Krisnatuti, D., & Muflikhati, I. (2016). Kelekatan ibu-anak, pertumbuhan anak, dan perkembangan sosial emosi anak usia prasekolah. Jurnal Ilm. Kel. & Kons, 9(3), 171–182.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Trisnawati, Mhd Habibu Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









