Penggunaan Ragam Bahasa Hormat dalam Anime Kumichou Musume to Sewagakari
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v5i4.2794Keywords:
Keigo, Sonkeigo, Kenjougo, Teineigo, AnimeAbstract
Bahasa Jepang dikenal sebagai salah satu bahasa yang memiliki sistem tingkatan bahasa salah satunya ragam hormat (keigo) yang kompleks dan terstruktur. Ragam ini tidak hanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari namun juga dalam karya animasi seperti anime. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah anime berjudul Kumichou musume to sewagakari yang berjumlah 12 episode. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa buku atau artikel dengan tema serupa. Ditemukan sebanyak 29 data yang merupakan ragam hormat (keigo) dalam anime ini dengan klasifikasi sonkeigo (22 data), kenjougo (5 data) dan sonkeigo (2 data). Selanjtnya faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan keigo dalam anime ini adalah faktor hubungan sosial, keakraban, status sosial, keanggotaan kelompok, jenis kelamin, dan situasi. Berdasarkan hasil analisis terhadap percakapan dalam anime kumichou no musume to sewagakari, disimpulkan bahwa ragam bahasa hormat sonkeigo, kenjougo, dan teineigo digunakan secara aktif oleh para tokoh untuk mencerminkan kesopanan, hierarki sosial, serta hubungan interpersonal yang khas dalam budaya Jepang.
References
Aridayani, Made Lady, dan Ni Wayan Meidariani. 2024. “Keigo dalam Drama Series コーヒー & バニラ Karya Yuko Shimoda dan Sorami Date.” Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang 4(1):21–34.
Danasasmita, Wawan. 2019. “Pendidikan Bahasa Jepang di Indonesia Sebuah Refleksi.” 1–13.
Herisetyanti, Trisnanurlita, dan Henny Suharyati. 2019. “Ragam Bahasa Dalam Komponen Tutur.” Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana 25(2):1–15. doi: 10.33751/wahana.v25i2.1602.
Malabar, Sayama. 2015. Sosiolingustik. Gorontalo: Ideas Publishing.
Mizutani, Osamu, dan Noboku Mizutani. 1992. How to Be Polite in Japan. Tokyo: The Japan Times.
Prahesti, Natya Yoga, dan Rina Supriatnaningsih. 2020. “Analisis Penggunaan Keigo dalam Drama di Musim Gugur Kounodori Season 1.” Chi’e: Journal of Japanese Learning and Teaching 8(1):10–17. doi: 10.15294/chie.v8i1.36924.
Saifudin, Akhmad. 2006. “Sapaan untuk Orang Pertama dan Orang Kedua dalam Bahasa Jepang.” Majalah Ilmiah Dian 5(3):12–19.
Santoso, Teguh, dan Lina Rosliana. 2013. “Tingkatan Bahasa Dalam Bahasa Jepang Dan Undak-Usuk Bahasa Jawa (Kajian Linguistik Kontrastif).” Japanese Literature 2:1–7.
Sudjianto, Sudjianto. 2007. Bahasa Jepang dalam Konteks sosial dan Kebudayaannya.
Sultan, Sultan. 2021. Sosiolinguistik (Sebuah Pendekatan dalam Pembelajaran Bahasa Arab). Mataram: Sanabil Publishing.
Sunata, Ari, dan Dewi Kania Izmayanti. 2022. “Ragam Keigo Pada Tokoh Kowata Makoto Dalam Anime Flying Witch.” Abstract of Undergraduate Research, Faculty of Humanities, Bung Hatta University 1(3):2–4.
Sutedi, Dedi. 2014. Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora Utama Press.
The Japan Foundation. 2021. Survey Report on Japanese-Language Education Abroad 2012-Summary. Tokyo.
Yogyanti, Devita Widyaningtyas, dan Mery Kharismawati. 2021. “Keigo Dan Mudha Krama : Ragam Hormat Pada Masyarakat Jepang Dan Jawa.” Jurnal Pariwisata 8(2):138–47. doi: 10.31294/par.v8i2.11504.
Zaim, Muhammad. 2014. Metode Penelitian Bahasa: Pendekatan Struktural. Vol. 14.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zulkifli, Arza Aibonotika, Yenny Aristia Nasution

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









