Pentingnya Kesemaptaan dalam Meningkatkan Kesehatan dan Kebugaran Tubuh

Authors

  • Lisa Afrilia Simarmata Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Indonesia
  • Ajeng Dara Anindya Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Indonesia
  • Tawazalul Fadilasih Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Indonesia
  • Sulistia Ningsih Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Indonesia
  • Zamaludin Sembiring Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v5i3.2659

Keywords:

Kesemaptaan Jasmani, Kebugaran Tubuh, Kesehatan, Latihan Fisik, Gaya Hidup Sehat

Abstract

Kesemaptaan jasmani merupakan salah satu indikator penting dalam menilai tingkat kebugaran fisik seseorang, terutama bagi individu yang menjalankan profesi dengan tuntutan fisik tinggi seperti anggota militer, polisi, dan petugas lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kesemaptaan dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh secara menyeluruh. Kesemaptaan juga berkontribusi pada peningkatan daya tahan mental dan produktivitas individu. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa kesemaptaan bukan hanya penting bagi profesi tertentu, tetapi juga krusial bagi seluruh masyarakat dalam rangka menciptakan gaya hidup sehat dan aktif.

References

Dahrial, D., Putra, E. S. I., & Wilastra, D. (2025). Analisis physical fitness mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Universitas Islam Indragiri tahun akademik 2024/2025. JOI (Jurnal Olahraga Indragiri): Olahraga, Pendidikan, Kesehatan, Rekreasi, 9(1), 64–73.

Darmawan. (2017). Pendidikan jasmani dalam perspektif kesehatan. Surabaya: Graha Ilmu.

Deliana, R. (2024). Survey tingkat kesegaran jasmani pada anggota TNI AD di Satuan Keuangan Kodam (Kudam) XII/Tanjungpura (Disertasi Doktoral, IKIP PGRI Pontianak).

Hasanuddin, M. I. (2024). Tingkat kesegaran jasmani pada siswa SMP. JURNAL PENJAKORA, 11(1), 33–46.

Ichan, N. (2004). Pendidikan jasmani dan kebugaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Kelsey, R. M., Blascovich, J., Tomaka, J., Leitten, C. L., & Schneider, T. R. (2000). Cardiovascular reactivity and development of preclinical and clinical disease states. Psychosomatic Medicine, 65(5), 601–610. https://doi.org/10.1097/00006842-200009000-00001

Kemkes. (2019). Profil kesehatan Indonesia tahun 2019. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id

Ningning, N. (2015). Faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani pada mahasiswa. Jurnal Kesehatan Olahraga, 4(2), 123–130.

Nur, M. (2020). Pentingnya gaya hidup sehat dalam menjaga kesehatan jantung. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 45–52.

Sadoso, S. (1994). Tes dan pengukuran kebugaran jasmani. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sembiring, Z., & Utami, R. S. (2025). Pembinaan kesemaptaan di UPT SPF SD Negeri 107405 Sei Rotan sebagai upaya membentuk disiplin dan ketahanan fisik peserta didik. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan, 4(1), 436–447.

Silverthorn, D. U., & Michael, J. (2013). Human physiology: An integrated approach (6th ed.). Pearson Education.

Solehudin, M., Nurhanifansyah, N., Ali, M. N., & Husni, Z. M. (2025). Pembinaan keagamaan di SMAN Taruna Madani Bangil: Upaya penguatan karakter religius siswa. Al Mu’azarah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 120–131.

Widodo, W., Sumarsono, T., & Santosa, H. (2008). Cold Pressor Test dan hipertensi laten. Jurnal Kedokteran Universitas Sebelas Maret, 7(2), 58–64.

Downloads

Published

2025-05-30

How to Cite

Simarmata, L. A. ., Anindya, A. D. ., Fadilasih, T. ., Ningsih, S. ., & Sembiring, Z. . (2025). Pentingnya Kesemaptaan dalam Meningkatkan Kesehatan dan Kebugaran Tubuh. Indonesian Research Journal on Education, 5(3), 487 –. https://doi.org/10.31004/irje.v5i3.2659

Issue

Section

Articles