Bentuk Tari Betangas Karya Raden Gunawan di Kabupaten Banyuasin
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v5i4.2537Keywords:
Tari Betangas, Karya Raden Gunawan, Kabupaten BanyuasinAbstract
Tujuan Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Dan Mendeskripsikan Bentuk Tari Betangas Karya Raden Gunawan Di Kabupaten Banyuasin. Metode Yang Digunakan Dalam Penelirian Ini Deskriptif Kualitatif. Adapun Teknik Data Yang Digunakan Dalam Pengumpulan Data Ini Adalah Observasi, Wawancara, Dan Dokumentasi. Hasil Penelitian Menunjukan Bahwa Tema Yang Diambil Berdasarkan Cerita Adat Istiadat Dengan Membawakan Mandi Uap Sebelum Acara Pernikahan, Alur Cerita Ini Diambil Dari Bagian Upacara Pernikahan Yang Menjadikanya Ritual Mandi Uap Sacara Adat Tradisi, Gerak Tari Betangas Ini Diambil Dari Prosesi Adat Betangas Yaitu:Gerak Hormat, Gerak Menagas, Gerak Berangin, Gerak Mebentang Dan Gerak Melulur, Musik Iringan Tari Ini Ada Akordion, Orgen, Bass, Gendang Melayu, Kepok/ Rebana, Tamborin, Simbal Dan Dol, Pola Lantai Tari Betangas Tidak Terlepas Dari Pola Lantai Yang Dibentuk Oleh Formasi Penari, Properti Ada Dulang Dan Kain Salem, Ekspresi Wajah Tari Betangas Dari Awal Sampai Selesai Tersenyum, Panggung Dalam Tari Ini Ada Panggung Terbuka Dan Tertutup, Tata Rias Tari Betangas Menggunakan Rias Corective, Tata Busana Ada Baju Kurung, Kain Juprik, Selendang Pelangi, Torso, Cempako, Aksesories Melati, Melati Teratai, Aksesories Melati Kepala, Beringin, Pending, Kalung, Gelang Dan Anting, Pencahayaan Menggunakan Warna Cahaya Kuning Atau Jingga, Dan Lampu Sorot Putih, Setting Yang Mendukung Dalam Tari Betangas Ini Dengan Unsur Kayu, Uap, Dan Elemen-Elemen Tradisional Properti Kain, Dulang, Bunga Setaman, Dan Rempah-Rempah.
References
Ana, Dewi. (2018). Bentuk tari gambyong sembung gilang karya hadawiyah endah utami. Jurnal Repository.Isi.Ska, 1, ii–76.
Banyuasin. (n.d.). Tari Betangas. Giwang Sumsel.
Bentuk Tari Bekhu Dihepada Masyarakat Alas Kabupaten Aceh TenggaraWati, Desi Pelita. (2014). Bentuk Tari Bekhu Dihepada Masyarakat Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Gesture, 3(1), 1–10.
Galloway. (1996). Principles Of Expressive Arts.
Galuh Krispadmi Wahyu Anggraheni. (2016). Struktur Dramatik Tari Munai Serapah Karya Raden Gunawan Di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. 4(June), 2016.
Hadi, Y. Sumandiy. (2007). Kajian Tari Teks dan Konteks.
Kusumastuti Eny, M. (2021). Buku Panduan Guru Seni Tari. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Laksana, R. B. (2017). Pengetahuan dasar kesenian. Depok:Rajawali Pers.
Lexy J.Moleong. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif.
Maryono. (2015). Analisa Tari. Surakarta :ISI pres.
Rully Rochayati, Treny Hera, &. Rio Eka Putra. (2021). Bahan Ajar Tari Melaju Dengan Mutu Dalam Kajian Bentuk Tari. Yogyakarta: Perkumpulan sani sapu lidi.
Rully Rochayati. (2014). sejarah dan analisis tari. Palembang: penerbit komunitas titik awal.
soedarsono. (1978). Wayang wong :the state ritual dance drama in the court of yogyakarta. Gadjah mada university press.
Soedarsono. (2018). “Tari Tradisional Indonesia:Estetika, Filosofi, dan perkembanganya.”
Sugiono. (2018). Metode Penelitian kuantitatif, Kualitatif dan R&d. Bandung:Alfabeta, cv.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Pebbi Ratu Hindira, Nofroza Yelli, Feri Firmansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









