Melawan Sunyi

Representasi Kekerasan Seksual dan Perjuangan Perempuan dalam Penyalin Cahaya

Authors

  • Cahya Aulia Awwalin Universitas Budi Luhur, Indonesia
  • Rocky Prasetyo Jati Universitas Budi Luhur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v5i3.2536

Keywords:

Kekerasan Seksual, Keadilan, Semiotika John Fiske, Film Penyalin Cahaya

Abstract

Artikel ini menganalisis representasi perjuangan perempuan dalam mencari keadilan atas kekerasan seksual melalui film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske, kajian ini membedah tiga level makna dalam film—yakni level realitas, representasi, dan ideologi—untuk mengungkap bagaimana pesan sosial mengenai ketidakadilan terhadap korban kekerasan seksual dikonstruksikan. Film ini menggambarkan tokoh utama, Suryani, sebagai representasi perempuan yang berani dan tegar dalam menghadapi tekanan sosial, pembungkaman sistemik, dan trauma psikologis yang ditimbulkan oleh kekerasan seksual. Simbol-simbol seperti mesin fotokopi, pertunjukan Medusa, serta asap fogging digunakan sebagai metafora visual untuk menggambarkan upaya perempuan dalam mengungkap kebenaran dan menantang sistem patriarki yang menutupi suara korban. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menyampaikan narasi personal, tetapi juga menjadi media perlawanan terhadap dominasi ideologi patriarki dalam institusi pendidikan dan masyarakat luas. Representasi kekerasan seksual dalam film ini tidak bersifat eksplisit, melainkan dibangun melalui narasi sinematik yang kuat dan emosional, yang mendorong empati penonton terhadap korban. Artikel ini merekomendasikan agar film semacam ini dijadikan bahan literasi visual dan diskusi kritis dalam dunia pendidikan, guna meningkatkan kesadaran, keberpihakan terhadap korban, serta pembentukan ruang aman bagi penyintas kekerasan seksual. Penyalin Cahaya terbukti menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyuarakan keadilan gender dan mendobrak budaya tutup mulut terhadap kekerasan seksual.

References

Aisa Selvira. (2022). Ironi di Balik Kasus Penyalin Cahaya dan Kampanye Anti Kekerasan Seksual dalam Industri Perfilman. Lpmopini.Online. https://lpmopini.online/ironi-di-balik-kasus-penyalin-cahaya-dan-kampanye-anti-kekerasan-seksual-dalam-industri-perfilman/

Alita Darawangi Tuhepaly, N., & Aminda Mazaid, S. (2022). Analisis semiotika John Fiske mengenai representasi pelecehan seksual pada film Penyalin Cahaya. Jurnal Pustaka Komunikasi, 5(2), 233–247.

Amelia, D., & Sikumbang, A. T. (2024). Representasi pesan edukasi dalam film Di Bawah Umur (Analisis semiotika John Fiske tentang perilaku remaja Gen-Z). Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika Dan Komunikasi, 5(2), 2001–2010. https://doi.org/10.35870/jimik.v5i2.836

Aribowo, A. Z. P., Roliansya, H., & Riveranika, N. L. F. (2022). Ironi film edukasi kekerasan seksual: Penyalin Cahaya. LPPM Sintesa. https://lppmsintesa.com/ironi-film-edukasi-kekerasan-seksual-penyalin-cahaya/

Bilga Ayu Permatasari, D. B. A. P., Chasanah, U., & Faradiazhary, S. G. (2022). Binar redup perempuan dalam film Penyalin Cahaya (2021). Prosiding Seminar Nasional & Call for Paper “Peran Perempuan Sebagai Pahlawan Di Era Pandemi” PSGESI LPPM UWP, 9(01), 190–199. https://doi.org/10.38156/gesi.v9i01.152

Budi, U., Jakarta, L., Utara, P., & Selatan, J. (2023). Representasi perjuangan penyintas kekerasan seksual pada film Penyalin Cahaya (Analisis semiotika John Fiske). Jurnal Komunikasi dan Budaya, 4, 128–138.

Bunga Pradipta Pertiwi. (2022, Januari). Sinopsis film Penyalin Cahaya, perjuangan Suryani mengusut pelaku kekerasan seksual yang dialaminya. Tribunnews. https://m.tribunnews.com/seleb/2022/01/14/sinopsis-film-penyalin-cahaya-perjuangan-suryani-mengusut-pelaku-kekerasan-seksual-yang-dialaminya?page=2

Camelia. (2022, Januari). Sinopsis Penyalin Cahaya, film yang raih 12 piala Citra. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/citizen6/read/4860391/sinopsis-penyalin-cahaya-film-yang-raih-12-piala-citra

Dilematik, T., Jayanti, R., & Hasanudin, C. (2022). Analisis semiotika John Fiske mengenai representasi kepribadian tokoh Tariq pada film Penyalin Cahaya. Jubah Raja (Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran), 1, 24–32.

Febriani, G. A. (2022). Pengertian pelecehan seksual menurut para ahli. Wolipop.Detik.Com. https://wolipop.detik.com/love/d-4919825/pengertian-pelecehan-seksual-menurut-para-ahli

Gonza, N., Lesmana, F., & Budiana, D. (2022). Representasi feminisme dalam film Penyalin Cahaya. *Jurnal E-Komunikasi, 10*(2), 1–10. https://publication.petra.ac.id/index.php/ilmu-komunikasi/article/view/13202

Janati, L., Yolanda, P., & Anugrah, U. (2024). Representasi kekerasan seksual terhadap tokoh utama perempuan dalam film Penyalin Cahaya: Pendekatan semiotika. [Nama Jurnal], 2(2), 39–54. https://doi.org/10.51817/lrj.v2i2.893

Kartini, K., Fatra Deni, I., & Jamil, K. (2022). Representasi pesan moral dalam film Penyalin Cahaya. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi, 1(3), 121–130. https://doi.org/10.54443/siwayang.v1i3.388

Kesuma, R. L., Rozi, F., & Abidin, S. (2023). Representasi kekerasan seksual pada film Virgin The Series (Studi analisis semiotika John Fiske). ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(6), 733–741.

Liza Novirdayani. (2021). Film Penyalin Cahaya angkat topik kekerasan dan pelecehan seksual. Kincir.Com. https://kincir.com/movie/cinema/penyalin-cahaya-pelecehan-seksual-pfzzz6wv310x/

Mukminto, E. (2020). Hukum, ideologi patriarki, dan kekerasan sistematik atas perempuan—Suatu kajian Žižekian. Nurani Hukum, 3(1), 1. https://doi.org/10.51825/nhk.v3i1.8566

Nurfiana, R., & Pretty Aprilia, M. (2023). Isu kekerasan seksual di lingkungan kampus dalam film Dear Nathan: Thank You Salma. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.33366/jkn.v5i1.176

Rahmadi, N. P., & Yudhistira, R. A. R. (2024). Analisis tokoh pada film Penyalin Cahaya sebagai korban pelecehan seksual menggunakan teori kebungkaman. Commsphere: Jurnal Mahasiswa Ilmu Komunikasi, 2(II), 178–192. https://doi.org/10.37631/commsphere.v2iII.1591

Rainy M Hutabarat. (2022, Maret). Peringatan Hari Perempuan Internasional 2022 dan peluncuran catatan tahunan tentang kekerasan berbasis gender terhadap perempuan. Komnasperempuan. https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/peringatan-hari-perempuan-internasional-2022-dan-peluncuran-catatan-tahunan-tentang-kekerasan-berbasis-gender-terhadap-perempuan

Rinaldi, K. B., & Aulia, S. (2024). Analisis semiotika representasi penyintas pelecehan seksual film Like & Share. Koneksi, 8(1), 142–150. https://doi.org/10.24912/kn.v8i1.27603

Rocky Prasetyo Jati. (2021). Film dokumenter sebagai metode alternatif penelitian komunikasi. Avant Garde, 9(2), 141–155.

Smith, M. (2022). Engaging characters: Fiction, emotion, and the cinema. Oxford University Press.

Triana, W., Lestari, I., & Suprapto, D. (2020). Representasi feminisme dalam film 7 Hari 7 Cinta 7 Wanita. Kaganga Komunika, 2. http://jurnal.uts.ac.id/index.php/KAGANGA

Zahro, F., Queena, N., & Putri, H. (2025). Feminisme dalam film Penyalin Cahaya karya sutradara Wregas Bhanuteja. [Nama Jurnal], 3(2008).

Downloads

Published

2025-05-28

How to Cite

Awwalin, C. A. ., & Jati, R. P. . (2025). Melawan Sunyi: Representasi Kekerasan Seksual dan Perjuangan Perempuan dalam Penyalin Cahaya. Indonesian Research Journal on Education, 5(3), 304 –. https://doi.org/10.31004/irje.v5i3.2536

Issue

Section

Articles