Identifikasi Sifat Kuantitatif Ternak Kerbau Kuntu yang dipelihara di Kecamatan Kampar

Authors

  • Wahyudi Rahmad Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia
  • M Zaki Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia
  • Putri Zulia Jati Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia https://orcid.org/0000-0001-7853-4561
  • Maulina Novita Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia
  • Yusuf Mahlil Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v5i1.2282

Keywords:

Kerbau Kuntu, Kecamatan Kampar, Sifat Kuantitatif

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar pada bulan Oktober 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kuantitatif kerbau kuntu dewasa di Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pengukuran secara langsung pada setiap individu ternak pada masing-masing ternak kerbau kuntu di lokasi penelitian. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Sampel yang di ambil sebanyak 24 ekor kerbau kuntu jantan dan 25 ekor kerbau kuntu betina. Data kuantitatif deskriftif dengan menghitung rataan, simpangan baku dan koefisien keragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rataukuran tubuh kerbau kuntu jantan dewasa didapatkan berat badan 443,35 ± 68,16 kg dan betina 369,99 ± 29,20 kg, panjang badan jantan 125,75 ± 8,42 cm dan betina 129,60 ± 2,43 cm, tinggi pinggul jantan 122,54 ± 5,50 cm dan betina 118,16 ± 3,19 cm lingkar dada jantan 194,38 ± 9,69 cm dan betina 175,72 ± 7,09 cm dan tinggi badan jantan 123,58 ± 5,57 cm dan betina 120,72 ± 2,53 cm. Kesimpulan penelitian ini sifat kuantitatif kerbau kuntu dewasa untuk berat badan belum memenuhi ciri-ciri kerbau kuntu, tetapi untuk panjang badan, lingkar dada, tinggi badan dan tinggi pinggul sudah memenuhi kriteria kerbau kuntu asli.

References

Batubara. (2011). Studi Keberagaman Fenotip Dan Genetik Beberapa Sub Populasi Kambing Lokal Indonesia Dan Strategi Pemanfaatan Secara Berkelanjutan. Bogor: Disertasi Institud Pertanian Bogor.

Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau. (2014). Statistik Peternakan Provinsi Riau.

Dinas Peternakan Provinsi Riau. 2013. Statistik Peternakan Provinsi Riau. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, 2009

Erlangga Arfiyan Nur, dkk. 2018. Karakteristik Fenotip Kerbau Rawa (B. Bubalis Carabenesis) Di Wilayah Sentra Pengembangan Kerbau Desa Guosobokerto Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Jurnal Ternak Tropika

Hardjosubroto, W. (1994). Aplikasi Pemuliabiakan Ternak Di Lapangan. Jakarta: Pt. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Hardjosubroto, W., & Astuti. (1994). Aplikasi Pemuliabiakan Ternak Di Lapangan. Jakarta: Grasindo.

Harris, M. I., H. Mayulu., R. Yusuf., N. Fauziahdan S. N. Rahmatullah. 2015. Peran Ternak Lokal Asli Kalimantan Timur dan Strategi Pengembangannya Dalam Menunjang Ketahanan Pangan Nasional. Jurnal Teknologi Pertanian. 10(2): 65-72

Kuswati, dan Susilawati, T. 2016. Industri Sapi Potong. Ub Press. Malang.

Luh Gde Sri Surya Heryani, Ni Nyoman Werdi Susari, I Wayan Nico Fajar Gunawan. 2018. Variabel Komponen Utama Pada Morfometrik Sapi Putih Taro Berdasarkan Pengukuran Badan. Buletin Veteriner Udayana.

Mouza Bazialdi. 2023. Analisis Strategi Pengembangan Ternak Kerbau Pada Sistem Pemeliharaan Semi Intensif Di Kecamatan Sakernan Kabupaten Muaro Jambi. Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Prahadian, Y. (2011). Karakteristik Ukuran Dan Betuk Tubuh Domba Ekortipis Melalui Komponen Utama Di Up3j Peternakan Tawakal Dan Mitra Tani. Bogor: Skiripsi Program Sarjana Institud Pertanian Bogor.

Praharani, L., Juarini, E., Talib, C., & Ashari. (2010). Perkembanagan Populasi Dan Strategi Pengembangan Ternak Kerbau. Wartazoa. 20 (3) , 119-129.

Sarbaini. (2004). Kajian Keragaman Karakter Eksternal Dan Dna Mikrostelit Sapi Pesisir Disumatra Barat. Bogor: Disertasi Sekolah Pasca Serjana Institud Pertanian Bogor.

Sitindaon, S. H., Alfianny dan S. Istiana. 2014. Identifikasi Sumberdaya Genetik Ternak di Provinsi Riau. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. 27(2): 61-65

Soenarjo, C. (1988). Buku Pegangan Ilmutilik Ternak. Jakarta: Jakarta Cv. Baru. Soeparno. (2005). Ilmu dan Teknologi Daging. Cetakan ke-4. Gadjah

Suryana, & Handihirawan, E. (2009). Penampilan Produksi Kerbau Rawa ( Bubalus Bubalis Carabanensis) Di Kecamatan Danau Panggang, Kalimantan Selatan. Seminar Dan Lokakarya Nasional Kerbau , 141- 151.

Talib, R., & Talib, C. (2007). Ternak Kerbau( Bubalus Bubalis), Ternak Potensial Masa Depan Diindonesia. Indonesia: Seminar Dan Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau.

Thompson, J. N and J. M. Thoday.1974. Quantitativ Genetic Variatoin.Acedemic Press, New York.

Yendraliza., Anwar, E, H., & Irsyadi, R. 2015. Produktivitas Kerbau Kuntu Dengan Kerbau Sumbawa Dan Kerbau Banjarmasin Sebagai Bentuk Pelaksanaan Tugas Manusia Dimuka Bumi (Implementasi Qs. Al- Baqarah; 30). Pekanbaru : Lembaga Penelitian Dan Pengadian Masyarakat Uin Sultan Syarif Kasim Riau.

Yendraliza.2007. Studi karakteristik kualitatif dan kuantitatif kerbau lumpur (Bubalus bubalis) di Kecamatan Kampar. J. Peternakan dan Lingkungan. Fak. Peternakan UNAND, Vol 12, Nomor 3. Oktober 2007.Padang

Zulu, D. N. 2008. Genetic Characterization on Zambian native cattle breeds. Thesis. The Virginia Polytechnic Institute and State university.

Downloads

Published

2025-01-28

How to Cite

Rahmad, W., Zaki, M. ., Jati, P. Z. ., Novita, M., & Mahlil, Y. (2025). Identifikasi Sifat Kuantitatif Ternak Kerbau Kuntu yang dipelihara di Kecamatan Kampar. Indonesian Research Journal on Education, 5(1), 2429 –. https://doi.org/10.31004/irje.v5i1.2282

Issue

Section

Articles