Pengaruh Strategi Pembelajaran Berdeferensiasi terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Penguasaan Konsep IPS di Kelas VII UPT SPF SMPN 6 Makassar
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v5i2.2261Keywords:
Strategi Pembelajaran Diferensiasi, Peningkatan Berpikir Kritis, Penguasaan Konsep IPSAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Gambaran kemampuan berpikir kritis peserta didik, 2) Gambaran penguasaan konsep IPS Siswa Kelas VII, 3) Pengaruh pembelajaran diferensiasi terhadap kemampuan berpikir kritis, 4) Pengaruh pembelajaran diperensiasi terhadap penguasaan konsep siswa kelas VII UPT SPF SMPN 6 Makassar. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dengan populasi sebanyak 352 siswa dan sampel penelitian sebanyak 55 responden dengan instrument peneltian melalui uji validitas dan realibilitas, serta teknik analisis data digunakan uji deksriptif dan uji analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Strategi pembelajaran berdeferensiasi di UPT SPF SMPN 6 Makassar dinilai sudah telaksana dengan baik yang telah memberikan hasil yang positif dalam peningkatan kemampuan berfikir kritis bagi siswa, 2) Penguasaan konsep IPS Siswa Kelas VII dinilai sudah baik dimana pemahaman yang mendalam terhadap berbagai topik yang dibahas oleh guru memberikan dampak yang positif secara umum kepada sekolah dan khusus kepada siswa, 3) Strategi pembelajaran diferensiasi memiliki pengaruh yang sedang terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di UPT SPF SMPN 6 Makassar dimana kemampuan berpikir kritis siswa dapat meingkat namun tidak sepenuhnya mencapai potensi yang maksimal dengan penyesuaian berbagai aspek pembelajaran seperti konten, proses, produk, dan lingkungan belajar berdasarkan perbedaan kebutuhan dan karakteristik siswa, 4) Strategi pembelajaran diferensiasi memiliki pengaruh yang tinggi terhadap penguasaan konsep siswa kelas VII di UPT SPF SMPN 6 Makassar hal ini menunjukkan bahwa penerapan strategi ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran terutama dalam menguasai konsep-konsep yang lebih kompleks dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
References
Ali, M. dan Rusydiyah, E, F. 2016. Desain Pembelajaran Inovatif dari Teori dan Praktik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Anderson, W.L dan Krathwohl, R.D. 2010. Pembelajaran, Pengajaran dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Barrows, H. S., & Tamblyn, R. M. 1980. Problem-based learning: An approach to medical education. Springer Publishing Company.
Buhr, Gwendolen T., Mitchell T. Heflin, Heidi K. White, dan Sandro O. Pinheiro. 2014. “Using the Jigsaw Cooperative Learning Method to Teach Medical Students About Long-Term and Postacute Care.” Journal of the American Medical Directors Association 15 (6): 429–34. https://doi.org/10.1016/j.jamda.2014.01.015.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. 1985. Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. Springer Science & Business Media.
Epstein, J. L. 2001. School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools. Westview Press.
Firman, R. 2022. Pengaruh Pembelajaran Berdeferensiasi terhadap Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 15(3), 123-134.
Gardner, H. 1983. Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences. New York: Basic Books.
Hobri. 2009. Metodologi Penelitian Pengembangan (Aplikasi pada Penelitian Pendidikan Matematika). Jember: Pena Salsabila.
Jackson, Catherine M. 2011. “Chemistry as the Defining Science: Discipline and Training in Nineteenth-Century Chemical Laboratories.” Endeavour 35 (2– 3): 55–62. https://doi.org/10.1016/j.endeavour.2011.05.003.
Kaupp, Martin, David Danovich, dan Sason Shaik. 2017. “Chemistry Is about Energy and Its Changes: A Critique of Bond-Length/Bond-Strength Correlations.” Coordination Chemistry Reviews 344 (Agustus): 355–62. https://doi.org/10.1016/j.ccr.2017.03.002.
Mahfudz, A. 2011. Be a Good Teacher or Never. Bandung: Nuansa Cendikia. Maisaroh dan Rostrieningsih. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team pada Mata Pelajaran Keterampilan Dasar Komunikasi di SMK Negeri 1 Bogor. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 8 (157-172).
Mariani. 2007. “Peningkatan Ketuntasan Kelas dalam Belajar Kimia Melalui Metod Pembelajaran Kooperatif Tipe JIgsaw pada Siswa Kelas X5 SMAN 1 Binamu Kab. Jeneponto.”
Mukminan, Mulyani, E., Sapto, A., Saraswati, R., dkk. Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/Mts Kelas 8. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Nashar, Drs. 2004. Peranan Motivasi dan Kemampuan Awal dalam Kegiatan Pembelajaran. Jakarta: Delia Press.
Nurmala, Rayh Sitta, Aloysius Duran Corebima, dan Ibrohim Ibrohim. 2015. “Pengaruh Strategi Problem Based Learning Dipadu Jigsaw Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X SMA.” Jurnal Pendidikan Sains 3 (3): 130–36.
Parsazadeh, Nadia, Rosmah Ali, dan Mehran Rezaei. 2018. “A Framework for Cooperative and Interactive Mobile Learning to Improve Online Information Evaluation Skills.” Computers & Education 120 (Mei): 75–89. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2018.01.010.
Piaget, J. (1970). Science of Education and the Psychology of the Child. New York: Viking Press.
Purwanto Eko Saputro, Mohamad Nur, Meini Sondang Sumbawati. 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Untuk Mengajarkan Materi Efek Video Pada Kompetensi Dasar Melaksanakan Editing Kelas X SMK NEGERI 1 SURABAYA Jurnal Pendidikan Vokasi: Teori dan Praktek.
Tomlinson, C. A. 2001. How to Differentiate Instruction in Mixed-Ability Classrooms (2nd ed.). Alexandria, VA: Association for Supervision and Curriculum Development.
Vygotsky, L. S. 1978. Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arnida Arnida, Syarifuddin Syarifuddin, Nurdin Nurdin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









