Ritus Kultural Komunitas Konjo:

Studi Makna Simbolik Tradisi Appanaik ri Matang pada Masyarakat Desa Batang, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba

Authors

  • Tizar Firdaus Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Jamaluddin Arifin Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Fatimah Azis Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v5i1.2042

Keywords:

Makna Simbolik, Tradisi, Appanaik ri Matang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk menjelaskan eksistensi tradisi appanaik ri matang bagi Masyarakat Desa Batang, 2) Untuk mengetahui relasi makna simbolik tradisi appanaik ri matang dalam kehidupan masyarakat Desa Batang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Batang, Kecamatan Bontotirp, Kabupaten Bulukumba. Teknik yang digunakan dalam menentukan informan adalah teknik purposive sampling. Jenis data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksistensi tradisi appanaik ri matang dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti peranannya dalam menjaga nilai-nilai budaya, menciptakan hubungan dengan kekuatan spritual dan mempererat ikatan kekeluargaan/kekerabatan dalam masyarakat desa Batang. Dalam pelaksanaan tradisi appanaik ri matang, masyarakat desa Batang secara simbolis mengungkapkan penghormatan kepada leluhur atau kekuatan spiritual yang mereka yakini ada  di dalam matang. Melalui praktik ini, individu merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya, yaitu komunitas dan tradisi yang diwariskan. Relasi makna simbolik tradisi appanaik ri matang dengan kehidupan masyarakat desa Batang sangat erat, karena tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual, tetapi tradisi ini  juga mencerminkan, memperkuat, dan membentuk nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual yang dijunjung tinggi oleh komunitas.. Makna simbol-simbol dalam sesajen menjadi penghubung antara dunia material dan spiritual, manusia dan lingkungan, serta individu dan komunitas, sehingga tradisi ini tetap relevan dan berpengaruh dalam kehidupan masyarakat desa Batang.

References

Agustina, A., Ismaya, E. A., & ... (2021). Makna Tradisi Barikan Bagi Pendidikan Karakter Anak Desa Sedo Demak. Jurnal Educatio FKIP …, 7(3), 1213–1222. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i3.1355

Ali Mohtarom. (2022). Merespon Tradisi Sesajen Dalam Perspektif Hadits. Jurnal Mu’allim, 4(1), 104–118. https://doi.org/10.35891/muallim.v4i1.2929

Amalia Yunia Rahmawati. (2020). Teori Fungsionalisme oleh Emile Durkheim. July, 1–23.

Creswell, J. W. (2013). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Djuraid, D. A., Nailun Najah, A., Mar’atus Sholiha, I., & Agustin, N. (2021). Ritus Budaya Tingkeban Sebagai Perekat Sosial pada Masyarakat Jember. Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, 21(1), 9. https://doi.org/10.24843/pjiib.2021.v21.i01.p02

Milasari, A. V. M., & Sudrajat, A. (2022). Makna Simbolik Tradisi Megengan Bagi Warga Desa Ngadirojo Ponorogo. Paradigma, 11(1), 1–19.

Nasution, A. F. (2023). Buku Metode Penelitian Kualitatif. In Revista Brasileira de Linguística Aplicada (Vol. 5, Issue 1).

Putra, & Herbudy, A. D. (2018). Studi Tipologi Dan Morfologi Palebahan Saren Kangin Delodan Puri Saren Agung Ubud Sebagai Bentuk Adaptasi Bangunan Budaya Untuk Menjaga Tradisi. E-Journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 51–78. http://e-journal.uajy.ac.id/17653/

Rahmawati, R., Nurhadi, Z. F., & Suseno, N. S. (2017). Makna Simbolik Tradisi Rebo Kasan. Jurnal Penelitian Komunikasi, 20(1), 61–74. https://doi.org/10.20422/jpk.v20i1.131

Ramadani, D. A., Jupriono, & Hakim, L. (2022). Analisis Wacana Standar Kecantikan Pada Kolom Tajuk “ Pesanku kepada Adik - adik Perempuan ” di Situs Berita Magdalene.co. Seminar Nasional Hasil Skripsi, 1(1), 5–10. https://conference.untag-sby.ac.id/index.php/snhs/article/view/848

Rusli. (2014). Bab III - Metode Penelitian Metode Penelitian. Skripsi, 23, 32–41.

Suardi. (2023). Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik (Pertama). CV. AA. Rizky.

Subagia, R. (2019). Makna Tradisi Kupatan Bagi Masyarakat Desa Paciran Kecamatan Paciran. Skripsi, 1–68. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/46587/1/Rizky Subagia.pdf

Subagja, D. (2018). Gaya Komunikasi Ketua Sakamichi Squad Bandung (Ssb) Dalam Meningkatkan Loyalitas Anggotanya. Unikom, 2009, 49–63.

Taro, virno L. (2014). Tradisi Kenduri Arwah Ditinjau dari Aqidah Islam. 1–21.

Upe, A. (2010). Tradisi Aliran Dalam Sosiologi, Dari Filosofi Positivistik ke Post Positivistik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Zuldafrial. (2021). Bab 3 Keabsahan data. Repository Stei, 20–30. http://www.academia.edu/download/35360663/Metode_Penelitian_Kualitaif.docx

Downloads

Published

2025-01-18

How to Cite

Firdaus, T. ., Arifin, J. ., & Azis, F. . (2025). Ritus Kultural Komunitas Konjo:: Studi Makna Simbolik Tradisi Appanaik ri Matang pada Masyarakat Desa Batang, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. Indonesian Research Journal on Education, 5(1), 594 –. https://doi.org/10.31004/irje.v5i1.2042

Issue

Section

Articles