Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v5i1.2037Keywords:
Media Sosial, Kesehatan Mental, Remaja, Literasi Digital, CyberbullyingAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja di era digital. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap remaja yang aktif menggunakan media sosial untuk memahami pengalaman, dampak positif, dan negatif yang mereka rasakan. Temuan menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran dualistik dalam kesehatan mental remaja. Di satu sisi, media sosial berfungsi sebagai ruang untuk eksplorasi identitas, dukungan emosional, dan interaksi sosial yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kesejahteraan. Namun, di sisi lain, penggunaan yang tidak terkendali dapat memicu kecemasan, stres, dan perasaan rendah diri akibat tekanan sosial, perbandingan diri, serta fenomena cyberbullying. Pendidikan literasi digital yang meliputi pemahaman tentang dampak psikologis media sosial, keterampilan mengelola waktu, dan cara menangani cyberbullying sangat penting untuk mengurangi dampak negatif. Penelitian ini menyarankan perlunya kolaborasi antara keluarga, pendidik, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat dan mendukung kesejahteraan mental remaja.
References
Aditya, R. (2015). Pengaruh media sosial instagram terhadap minat fotografi pada komunitas fotografi pekanbaru. Jurnal Fisip, 2, 1-14.
Agustina. (2016). Analisis penggunaan media sosial instagram terhadap sikap konsumerisme remaja di sma 3 samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(3), 410-420.
Ahmad, N. S., Hashim, N. H., & Aman, R. C. (2009). Ekspresi emosi dan cara remaja mengawal emosi : satu kajian rintis. Jurnal Psikologi Malaysia, 23, 39–47.
AM, M. (2015). Angket pengungkapan diri (self expression) dan pengembagan pembelajaran bk di sekolah. Jurnal Kependidikan Islam, 5(1), 224-229.
Andarwati, I. (2016). Citra diri ditinjau dari intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram pada siswa kelas xi sma n 9 yogyakarta. E Journal Bimbingan Konseling, 5, 1-12.
Ayun, P. Q. (2015). Fenomena remaja menggunakan media sosial dalam membentuk identitas. Jurnal Komunikasi, 3(2), 1–16.
Banyai, F., Zsila, A., Kiraly, O., Maraz, A., Elekes, Z., Griffiths, M. D., . . . Demetrovics, Z. (2017). Problematic social media use: results from a large-scale nationally representative adolescent sample. Jurnal Pone, 12(1), 1-13. doi:10.1371/journal.pone.016983
Bohjalian, E. (2017). The self-presentation of popular fitspiration experts on instagram. Journal of Undergraduate Research in Communications, 8(1), 23-34.
Boyd, M. D., & Ellison, B. N. (2007). Social network sites :definition , history , and scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1).
Brooks, J. (2011). The process of parenting. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Choi, Y. H., & Bazarova, N. N. (2014). Self-disclosure characteristics and motivationsin social media: extending the functional model to multiple social network sites. International Communication Association, 41(4), 480-500. doi:doi:10.1111/hcre.12053.
Creswell, J. W. (2015). Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif dan mixed ( ed.5). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Creswell, J. W. (2015). Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif dan mixed (ed.3). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Curtis, A. C. (2015). Defining Adolescence. Journal of Adolescent and Family Health, 7(2).
We Are Social, & Hootsuite. (2024). Digital 2024: Global overview report. We Are Social & Hootsuite. https://wearesocial.com/digital-2024
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Arvin Hardian, Elisabeth Sitepu, Aria Mulyapradana, Joni Wilson Sitopu, Boby Hendro Wardono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









