Implementasi dan Makna Tiga Hukum Adat di Kajang Ammatoa Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan:
Studi Kajian Sosiologi Budaya
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v5i1.1952Keywords:
Implemtasi, Makna, Hukum AdatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui implementasi tiga hukum adat di Kajang Ammatoa Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. 2) Untuk mengetahui makna dari tiga hukum adat di Kajang Ammatoa Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Ammatoa (ketua adat), pemangku adat dan masyarakat Desa Tanah Towa. Lokasi penelitian di Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menujukkan bahwa Dalam implementasi tiga hukum adat terdapat tiga sanksi hukum yang diberlakukan diantaranya cappa babbala, tangnga babbla dan poko babbala. Cappa babbala merupakan pemberian sanksi yang bersifat ringan dengan denda sebesar empat sampai enam juta rupiah, tangnga babbla merupakan pemberian sanksi yang sifatnya sedang dengan denda sebesar enam sampai delapan juta rupiah dan poko babbala merupakan peberian sanksi yang paling berat dengan denda sebesar delapan sampai dua belas juta rupiah. Dalam hukum adat di Kajang Ammatoa segala sesuatu memiliki makna simbolis mulai dari aturan ketaatan kepada Ammatoa, aturan melestarikan lingkungan dan berpakaian sederhana yang mencerminkan nilai-nilai kesederhanaan, spiritual dan hubungan dengan alam. Makna hukum adat tidak bersifat monoton tapi terus dipahami dan ditaksirkan ulang dalam proses interaksi sehari-hari antar anggota masyarakat adat sehingga menciptakan hubungan sosial yang kuat dalam masyarakat.
References
Agusta, I. (2014). Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Kualitatif. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 1–11.
Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni Mengelola Data : Penerapan Triangulasi Teknik , Sumber Dan Waktu pada Penelitian Pendidikan Sosial. Historis, 5(2), 146–150.
Amir, M. A., Hukum, D., Dan, M., Hukum, F., & Hasanuddin, U. (2017). Peranan Pappasang sebagai sumber hukum dalam Masyarakat Adat Kajang ( Suatu Kajian Antropologi Hukum ) Dalam Masyarakat Adat Kajang ( Suatu Kajian Antropologi Hukum ).
Arni. (2019). Makna Hutan Bagi Masyarakat Adat Ammatoa dari Perspektif Interaksionisme Simbolik. Jurnal Komunikasi Dan Organisasi (J-KO), 3(1), 9–19.
Citraningsih, D., & Noviandari, H. (2022). Interaksionisme Simbolik: Peran Kepemimpinan Dalam Pengambilan Keputusan. Social Science Studies, 2(1), 072–086. https://doi.org/10.47153/sss21.3152022
Disnawati, D. (2013). Penerapan Prinsip Hidup Kamase-Masea Masyarakat Adat Ammatoa Kajang, Bulukumba Sulawesi Selatan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam. Sabda : Jurnal Kajian Kebudayaan, 8(1), 83. https://doi.org/10.14710/sabda.v8i1.13257
Fadhel, A., Akhmad, M. A., Jannah, A. M., & Azizah, R. (2021). Pasang Ri Kajang Sebagai Media Pendidikan Karakter Berwawasan Lingkungan Di Kawasan Adat Ammatoa. … Citra Pendidikan, 1, 543–553.
Ichwan, M., Reskiani, U., Indah, A. L., Fitri Makmur, A. N. A., & Djafar, E. M. (2021). Pasang ri Kajang: Tradisi Lisan Masyarakat Adat Ammatoa Suku Kajang dalam Pembentukan Karakter Konservasi. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(4), 133. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.495
Istiawati, N. F. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa Dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. Cendekia: Journal of Education and Teaching, 10(1), 1. https://doi.org/10.30957/cendekia.v10i1.78
Kaharuddin, K. (2020). Kualitatif: Ciri dan Karakter Sebagai Metodologi. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 9(1), 1–8. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v9i1.4489
Nasir, A., Nurjana, Shah, K., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Pendekatan Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif 1. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(5), 4445–4451. https://j-innovative.org/index.php/Innovative%0APendekatan
Nisa, K., Nursalam, N., Risfaisal, R., & Abdul, N. B. (2023). Peranan Ammatoa Sebagai Kepala Adat di Kawasan Adat Ammatoa Kabupaten Bulukumba. Journal Socius Education, 1(1), 109–117. https://doi.org/10.0505/jse.v
Prahesti, V. D. (2021). Analisis Tindakan Sosial Max Weber dalam Kebiasaan Membaca Asmaul Husna Peserta Didik MI/SD. AN NUR: Jurnal Studi Islam, 13(2), 137–152. https://doi.org/10.37252/annur.v13i2.123
Prestianti, I., Syahputri, E. F., Nurisan, J., Sulkifli, Rischa, A. S., Nurafni, Ganianto, G., Nurfiani, Samsuriani, Hanura, M. A., & Ahmad, R. Z. Z. (2017). Hidup dalam Kesederhanaan Tallasa Kamase-mase ri Tanah Towa Kajang.
Rais, A. (2017). Peranan Ammatoa Dalam Pemberian Sanksi Tindak Pidana Pencurian Di Kawasan Adat Ammatoa Kecamatan Bulukumba.
Samsuriani. (2018). Interaksi Simbolik Masyarakat Adat Ammatoa Dalam Penerapan Ajaran Patuntung. Nucleic Acids Research, 1, 1–109. http://dx.doi.org/10.1016/j.gde.2016.09.008%0Ahttp://dx.doi.org/10.1007/s00412-015-0543-8%0Ahttp://dx.doi.org/10.1038/nature08473%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jmb.2009.01.007%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jmb.2012.10.008%0Ahttp://dx.doi.org/10.1038/s4159
Siregar, N. S. S. (2016). Kajian Tentang Interaksionisme Simbolik. Perspektif, 1(2), 100–110. https://doi.org/10.31289/perspektif.v1i2.86
Sudirman, S., Yunus, A., & Arif, M. (2021). Implementasi Nilai-Nilai Hukum Adat Dalam Mewujudkan Hukum Yang Bersendikan Kearifan Lokal. Journal of Lex Generalis (JLG), 2(1), 89–106. http://pasca-umi.ac.id/index.php/jlg/article/view/298
Yunita, D. R., Indah, V., & Pinasti, S. (2018). Dampak Keberadaan Objek Wisata Waduk Sermo Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat di Sremo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Sosiologi, 1–15. https://journal.student.uny.ac.id/index.php/societas/article/view/12527.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Khairun Nisa, Kaharuddin, Aliem Bahri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









