Pemanfaatan Software Sistem Operasi Bebas dan Lokal Buatan Indonesia-Blankonlinux untuk Meningkatkan Pengenalan Jati Diri Bangsa
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v2i1.183Keywords:
Blankonlinux, gratis, terbuka, software, lokal, IndonesiaAbstract
Aplikasi software sistem operasi gratis dan Blankonlinux buatan lokal Indonesia sehingga ada manfaat yang kita dapatkan. Yang pertama software ini bebas untuk dimodifikasi dan dikembangkan siapa saja yang tentunya akan dimodifikasi dengan diganti dengan bahasa Indonesia dan ditambah dengan huruf abjad lokal beberapa daerah di Indonesia. Hal ini tentunya berbeda dengan perangkat lunak sistem operasi berpemilik seperti Windows atau Microsoft dan Macintosh buatan Apple yang tidak dapat dimodifikasi siapapun kecuali dengan perusahaan itu sendiri. Manfaat kedua adalah gratis untuk
diunduh dan digunakan. Tentu saja Blankonlinux akan meningkatkan pengakuan bangsa untuk mengatasi globalisasi, dengan mengubah semua menu ke bahasa Indonesia dan penambahan huruf abjad lokal beberapa daerah di Indonesia. Manfaat lainnya adalah tidak merusak hak cipta dan menghindari penggunaan software curian yang akhir-akhir ini paling banyak digunakan di era globalisasi, yang tidak dapat dipedulikan dan sangat kurang memperhatikan sosialisasi. Penelitian ini lebih menitikberatkan pada pemanfaatan “free software dan Blankonlinux buatan lokal Indonesia” untuk meningkatkan pengakuan bangsa dengan rumusan masalah sebagai : (1) Apa saja yang terdapat pada Blankonlinux untuk meningkatkan pengakuan bangsa?, (2) Apa saja software yang terdapat di Blankonlinux untuk orang awam (bukan untuk programmer)?, (3) Bagaimana cara menyebarkan manfaat Blankonlinux ?.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi.
References
Batubara, H. H. (2018). Pembelajaran Berbasis Web dengan Moodle Versi 3.4.Yogyakarta: Deepublish.
Blankon, R. P., Penggerak, Y., Indonesia, L., Ubuntu, L., Gibbon, G., Indonesia, U., …Blankon, P. N. (2012). Blankon Linux. Diambil dari http://blog.iixmedia.com/blankon-linux
Daniel, S. J., West, P., D‟antoni, S., & Trumbic, S. U. (2006). eLearning and Free OpenSource Software : the Key to Global Mass Higher Education ? InInternational
Seminar on Distance, Collaborative and eLearning: Providing Learning Opportunities in the New Millennium via InnovativeApproaches(hal. 1–11).
Hidayanto, N. E. (2021). Teachers‟ perceptions in optimizing elearning software toenhance the world elearning model cheapest in covid-19 (a case study in Darunnajah kindergarten school East Java).IOP Conference Series: Earth and Environmental Science,747(1).https://doi.org/10.1088/1755-1315/747/1/012090
Murphy, M. P. A. (2020). COVID-19 and emergency eLearning: Consequences of thesecuritization of higher education for post-pandemic pedagogy.Contemporary Security Policy,0(0), 114.https://doi.org/10.1080/13523260.2020.1761749
Prosiding Seminar Nasional“Revitalisasi Nasionalisme Melalui KonselingBerbasis Kearifan Lokal Sejak Usia Dini”Jambore Konseling NasionalProdiBimbingan dan Konseling, Prodi Pendidikan Guru PAUD IKIP PGRIJember
Shafirova, L., Cassany, D., & Bach, C. (2020). From “newbie” to professional: Identitybuilding and literacies in an online affinity space.Learning, Culture and Social Interaction,24(October2019), 100370.https://doi.org/10.1016/j.lcsi.2019.100370
Somantri. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS, Rosda:Bandung
Sumaatmadja dan Wihardit.(2008). Perspektif Global, Universitas Terbuka:Jakarta
Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara RI Nomor:SE/01/M.PAN/3/2009Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentangProgram Pembangunan Nasional (Propenas) Citra Umbara:Bandung.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Nova Eko Hidayanto,Yosdy Praseko Bayono, Helda Mega Maya C.P, David K. Susilo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









