Gambaran Pola Makan pada Balita Stunting

Authors

  • Hikmawati Ilma Universitas Riau
  • Agrina Agrina Universitas Riau
  • Febriana Sabrian Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1720

Keywords:

Balita, Gizi, Pola Makan, Posyandu, Stunting

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi ketika Tinggi Badan (TB) anak lebih pendek dari rata-rata anak seusianya disebabkan oleh masalah asupan nutrisi dan pola makan yang tidak sesuai dalam waktu cukup lama. Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Panjang Badan atau Tinggi Badan menurut Umur (PB/U atau TB/U)  dalam standar antropometri penilaian status gizi anak. untuk mengetahui gambaran pola makan pada balita stunting. penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling berjumlah 59 ibu yang memiliki balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Rejosari. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat. mayoritas balita stunting berusia 25-59 bulan (69,5%), berjenis kelamin laki-laki (54,2%), TB sangat pendek (59,3%), BB sangat kurang (52,5%), mayoritas usia ibu balita stunting 20-35 tahun (74,6%), bekerja sebagai IRT (86,4%), berpendidikan terakhir SMA/sederajat (64,4%). Hasil penilaian pola makan balita stunting menunjukkan sudah dalam kategori tepat (79.7%) dengan pemberian jenis makanan dalam kategori tepat (67,8%), jumlah makanan dalam kategori tepat (69,5%), dan jadwal makan dalam kategori tepat (76,3%). Pola makan balita di wilayah kerja Puskesmas Rejosari termasuk dalam golongan tepat. Pola pemberian makan yang sudah tepat namun balita masih mengalami stunting dapat saja terjadi karena riwayat pola makan tidak tepat terdahulu sehingga asupan nutrisi pola makan yang tepat sekarang belum mampu sepenuhnya menunjang pertumbuhan balita stunting. Keterbatasan ekonomi, konsumsi vitamin dan mineral masih menjadi faktor penghambat dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi balita stunting.

References

Ahmad, A. S., Azis, A., & Fadli. (2021). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Sidrap Tahun 2020. Window of Health : Jurnal Kesehatan, 04(03), 195–203. https://doi.org/10.33096/woh.v4i03.209

Annur, C. M. (2023, February 2). Prevalensi Balita Stunting Indonesia Berdasarkan Provinsi (2022). Https://Databoks.Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/02/02/daftar-prevalensi-balita-stunting-di-indonesia-pada-2022-provinsi-mana-teratas

Azkiya, R., Setiawan, S. M. A., & Lestari, G. Y. (2024). Gambaran Pengetahuan Gizi pada Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Padalarang. Malahayati Nursing Journal, 6(3), 1259–1273. https://doi.org/10.33024/mnj.v6i3.13799

Departemen RI. (2006). Buku Kader Posyandu:Usaha Perbaikan Gizi Keluarga. In Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (Vol. 4, Issue 3). https://doi.org/10.29303/jpmpi.v3i2.967

Dewi, R. S., Jayanti, R., & Prastia, T. N. (2023). Hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Kelurahan Bubulak Kota Bogor. Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 6(3), 267–272. https://doi.org/10.32832/pro.v6i3.254

Harnawati, R. A., & Chikmah, A. M. (2024). Analisis pengetahuan ibu tentang metode bremain aktif dan media bermain sederhana sebagai evaluasi kinerja kader posyandu di desa pagongan. 10(1), 11–16.

Irwan, M., & Risnah. (2021). Penyuluhan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan keluarga tentang stunting. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 1(2), 126–133. https://doi.org/10.25311/jpkk.vol1.iss2.966

Kalsum, U., Hadju, V., & As’ad, S. (2020). Hubungan Pola Makan Dan Status Gizi Terhadap Kejadian Stunting Pada Baduta Usia 6-23 Bulan Di Kecamatan Polongbangkeng Utara Tahun 2019. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 12(1), 107–114. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v12i1.838

Kemenkes RI. (2022). Kemenkes RI no HK.01.07/MENKES/1928/2022 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1–52.

Maharany, I., Mustofa, L. A., & Asiyah, S. (2018). Risk Factors Of Stunting Events In Age 2-5 Years Jurnal Ilkes ( Jurnal Ilmu Kesehatan ) Page 96 Jurnal Ilkes ( Jurnal Ilmu Kesehatan ) Page 97. 9(2). https://ilkeskh.org/index.php/ilkes/article/download/81/67/

Niasari, D., Susanti, R., & Windayanti, H. (2019). Gambaran Karakteristik Ibu Yang Memiliki Balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang.

Pujiati, W., Nirnasari, M., & Rozalita. (2021). Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Umur 1–36 Bulan. Menara Medika, 4(1), 33. jurnal.umsb.ac.id/index.php/menaramedika/article/view/2803/2191

Putri, Eka Nuari Nirmala Atifa, Nisa Langsang, E. D. R. H. (2022). Edukasi pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bahari , Kecamatan Sampolawa. Pengabdian Masyarakat, 1(2963–2188), 416–423.

Ramadhan, R., & Ramadhan, N. (2018). Determinasi penyebab stunting di Provinsi Aceh. Sel Jurnal Penelitian Kesehatan, 5(2), 71–79. https://doi.org/10.22435/sel.v5i2.1595

Sekretariat Wakil Presiden RI. (2023). Percepatan penurunan stunting. TP2S. https://stunting.go.id/

Wahyuni, S. (2023). Siti Wahyuni, 2023. 1–5.

Downloads

Published

2024-12-26

How to Cite

Ilma, H., Agrina, A., & Sabrian, F. . (2024). Gambaran Pola Makan pada Balita Stunting. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 3440 –. https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1720

Issue

Section

Articles