Perwawatan Kesehatan Narapidana Penderita Tuberkulosis di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Bogor

Authors

  • Arya Syahdila Politeknik Ilmu Pemasyarakatan
  • Muhammad Ali Equatora Politeknik Ilmu Pemasyarakatan
  • Cahyoko Edi Tando Politeknik Ilmu Pemasyarakatan

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1354

Keywords:

Tuberkulosis, Perawatan Kesehatan, Lembaga Pemasyarakatan

Abstract

Perawatan kesehatan narapidana merupakan bagian integral dari pemenuhan hak asasi manusia yang harus dijamin oleh negara, termasuk perawatan bagi narapidana penderita tuberkulosis (TBC). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana perawatan kesehatan narapidana penderita TBC dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor, serta hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan perawatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan kesehatan yang diberikan telah mengikuti standar Kementerian Kesehatan, tetapi menghadapi kendala seperti overpopulasi, keterbatasan tenaga medis, serta fasilitas kesehatan yang terbatas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas perawatan dengan menambah tenaga medis, memperbaiki kondisi lingkungan lapas, serta memperkuat program edukasi kesehatan bagi narapidana.

 

References

Amalia, A., Arini, H. D., & Dhrik, M. (2022). Analysis of the relationship of compliance rate of antituberculosis drug on the quality of life of lung tuberculosis patients. Jurnal Ilmiah Mahaganesha, 1(2), 67–74.

Angelia, A., Doda, D. V. D., & Manampiring, A. E. (2020). Prevalensi tuberkulosis laten dan evaluasi kebijakan rumah sakit berdasarkan persepsi tenaga kesehatan terhadap pencegahan tuberkulosis. Jurnal Biomedik: JBM, 12(3), 192. https://doi.org/10.35790/jbm.12.3.2020.31632

Dwijayanti, F., & Subagyo, I. (2023). Optimalisasi pemberian layanan kesehatan terhadap warga binaan lembaga pemasyarakatan berdasarkan instruksi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: M.HH-02.OT.04.01 tahun 2020. Justitisble, 5(2).

Erlianti, D. (2019). Kualitas pelayanan publik. Jurnal Administrasi Publik Dan Bisnis, 1(1), 15–28. https://doi.org/10.36917/japabis.v1i1.7

Fiantika, F. R. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. In Rake Sarasin.

Handayani, R., & Adnan, N. P. (2019). Faktor risiko tuberkulosis paru pada narapidana di lembaga permasyarakatan narkotika Jakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 11(9), 194–198.

KOMNAS HAM. (2019). Kajian pemenuhan hak atas kesehatan bagi kelompok rentan di Indonesia. Jurnal Online Internasional & Nasional, 7(1).

Nurrahman, A. (2022). Analisis pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan dan makanan layak bagi narapidana di lembaga pemasyarakatan. Nomos: Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 2(3), 108. https://doi.org/10.56393/nomos.v1i5.598

Pralambang, S. D., & Setiawan, S. (2021). Faktor risiko kejadian tuberkulosis di Indonesia. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan, 2(1), 60. https://doi.org/10.51181/bikfokes.v2i1.4660

Putri, E. A., Martini, & Saraswati, L. D. (2018). Faktor risiko tuberkulosis paru pada warga binaan pemasyarakatan di lembaga pemasyarakatan kelas I Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 245–252.

waqiah, nurul. (2023). Pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi narapidana dalam upaya pemenuhan hak atas kesehatan di lembaga pemasyarakatan kelas IA Makassar. Journal of Lex Theory (JLT), 4(2), 164–180.

WHO. (2022). Global report TB 2022. World Health Organization.

Downloads

Published

2024-10-30

How to Cite

Syahdila, A. ., Equatora, M. A. ., & Tando, C. E. . (2024). Perwawatan Kesehatan Narapidana Penderita Tuberkulosis di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Bogor. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 1839 –. https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1354

Issue

Section

Articles