Modifikasi Tari Piring Tradisi di Nagari Kuncir dalam Pertunjukan Saluang Dangdut
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1325Keywords:
Modifikasi, Tari Piring, Tradisi, PertunjukanAbstract
Tari Piring di Nagari Kuncir merupakan tarian yang terdapat di Nagari Kuncir X Koto Diatas Kabupaten Solok Sumatera Barat., dengan menggunakan piring dan buah kemiri yang dipasang di ujung jari dengan membawakan gerak tari yang bersumber manusia, alam dan binatang, dan pada saat sekarang pertunjukan tari Piring di Nagari Kuncir telah ditampilkan bersama pada pertunjukan Saluang dangdut di daerah Solok pada umumnya. metode yang digunakan adalah kualitatif. Teori yang digunakan sebagai kerangka dasar dalam berfikir untuk mengkaji fenomena ini antara lain teori bentuk oleh Soedarsono, teori perubahan sosial oleh Piotr Stompka ,dan teori estetika oleh De Witt H. Parker. Hasil penelitian ini mengungkapkan bentuk, perubahan sosial dan estetika yang terdapat dalam pertunjukan tari Piring di Nagari Kuncir dan tari Piring pada pertunjukan Saluang dangdut.
References
Daryusti. (2010). Lingkaran Local Genius Dan Pemikiran Seni Budaya. Yogyakarta: Multi Grafindo.
Endaswara, Suardi. (2006). Metode Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan, Ideology, Epistemology, Dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
Erlinda. (2013). Tari Piring Minangkabau Sumatera Barat Dalam Wacana Estetika Postmodernisme. Padangpanjang: Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Jurnal.
Esten, Mursal. (1993). Minangkabau, Tradisi, Dan Perubahan. Padang: Angkasa Raya.
Fx, I Wayan Dibia, Dkk. (2006). Tari Komunal. Jakarta: Lpsn.
Hadi, Y Sumandiyo. (1988). Mencipta Lewat Tari. Yogyakarta: Princeton Book Publishers.
Hadi, Y Sumandiyo. (2007). Kajian Teks Dan Konteks. Yogyakarta:Pustaka Book Publisher.
Hadi, Y. Sumandiyo. (2012). Koreografi: Bentuk, Teknik Dan Isi. Yogyakarta: Cipta Media Bekerja Sama Dengan Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Isi Yogyakarta.
Hawkins, Alma M. (2003). Creating Though Dance. New Jersey: Princeton Book Company. 1988. Dikutip Y. Sumandiyo Hadi. Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok. Yogyakarta: Elkaphi.
Herlina, Ayu. (2011). “Tari Telek Anak-Anak Di Desa Kumpai Kabupaten Klungkung”. Denpasar: Institut Seni Indonesia Denpasar.
Humphrey, Doris. 1997. The Art of Making Dance. New York: Grove Press.
Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial, Pendekatan Kualitatif DanKuantitatif. Yogyakarta: Erlangga.
Jr, George W. Stocking. (2002). “Frans Boas And The Culture Concept In Historical Perspective” Dalam Race, Culture And Evolution: Essay In The History Of Antropology. New York: Free Press. 1968, Sebagaimana Dikutip Oleh David Kaplan. Teori Budaya. Terj Lantung Simatupang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kadir, Ernida. (2001). “Misteri Di Balik Pertunjukan Tari Piring Di Atas Kaca Di Desa Andaleh Sumatera Barat”. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Kartika, Darsono Sony. (2004). Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.
Kayam, Umar. (1981). Seni, Tradisi, Dan Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan.
La Meri Dalam Y Sumandiyo Hadi. (2007). Kajian Teks Dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
La Meri. (1965). Dance Composition: The Basic Elements. Massachusetts; Jacob Pillow Dance Festival. Dikutip Y Sumandiyo Hadi.
Leaman, Oliver. (2005). Estetika Islam: Menafsirkan Seni Dan Keindahan Terj. Islamic Aestherics. Bandung: Mizan.
Lexy, Maleong. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Pt. Remaja Rosda Karya.
Navis, A.A. (1986). Alam Terkembang Jadi Guru Adat Dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Pt Pustaka Grafitipers.
Nur Fatimah, Syaiyidati. (2013). “Fenomena Tari Piriang Dalam Pertunjukan Saluang dangdut Di Nagari Kuncir Kabupaten Solok”. Padangpanjang: Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Padmodarmaya, Pramana. (1988). Tata Teknik Pentas. Jakarta: Balai Pustaka.
Parker. De Witt H. (2004). The Principle of Aesthetic, Second Edition, New York: Appleton Century Crofts Inc. 1920. Filsafat Keindahan. Yogyakarta: (Disadur Oleh The Liang Gie). Pusat Belajar Ilmu Berguna (PBUIB).
Rutherford, Jonathan. (1990). Identity: Community, Culture, Difference. London: Lawrence Dan Wishart, Dalam Daryusti. Lingkaran Local Genius Dan Pemikiran Seni Budaya. 2010. Yogyakarta: Cipta Media.
Schechner, Richard. (2002). Performance Studies An Introduction. London And New York: Routlegde, Taylor & Francis Group.
Soedarsono. (1977). Tari – Tarian Indonesia I. Jakarta: Proyek Pengembangan Kebudayaan Indonesia, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
Soedarsono. (2003). Seni Pertunjukan Dari Perspektif Politik, Sosial, Dan Ekonomi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Soeryadiningrat Dalam Y. Sumandiyohadi. (2007). Kajian Teks Dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Subagyo, Joko. (1996). Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudikan, Setya Yuwana. (2001). Metode Penelitian Kebudayaan. Surabaya: Citra Wacana.
Sugiyono. (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Cv. Alfabete.
Sumarjo, Jacob. (2000). Filsafat Seni. Bandung: Itb.
Supranto. (2003). Metode Riset Aplikasi Dalam Pemasaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Surya, Wirma. (2011). Tari Piring Pandai Sikek Sebuah Tinjauan Pewarisan. Padangpanjang: Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Sztompka, Piotr. (2008). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada.
Yelli, Nofroza. (2013). Pertunjukan Saluang Orgen Pada Masyarakat Nagari Salayo Kabupaten Solok. Padangpanjang: Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Zulkifli. (1988). Laporan Penelitian Tari Indang Sebagai Tari Tradisi: Suatu Tinjauan segi Komposisi Dan Estetika di Desa Pincuran Songsang Kecamatan Vii Koto.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Syaiyidati Nur Fatimah, Mega Ovanda Asril, Nopi Suhada

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









