Peningkatan Komunikasi Sains Mahasiswa PGSD melalui Pendekatan Mini Project dalam Mata Kuliah Konsep Dasar IPA
DOI:
https://doi.org/10.31004/irje.v3i3.1269Keywords:
Komunikasi Sains, Mini Project, Pendidikan Sains, PGSD, Penelitian Tindakan KelasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sains mahasiswa PGSD dalam mata kuliah Konsep Dasar IPA melalui penerapan metode mini project. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan dengan melibatkan 38 mahasiswa sebagai subjek penelitian, yang terdiri dari dua siklus. Pada siklus pertama, mahasiswa menunjukkan kesulitan dalam mengorganisasi ide dan menggunakan bahasa ilmiah dengan tepat. Hasil siklus pertama ini mendorong dilakukannya perbaikan pada siklus kedua, dengan pemberian pelatihan singkat mengenai penyusunan presentasi ilmiah. Hasil dari siklus kedua menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan komunikasi sains, termasuk dalam kejelasan penyampaian ide, struktur presentasi, dan kemampuan menjawab pertanyaan ilmiah. Pendekatan mini project terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa dan keterampilan mereka dalam menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan konteks kehidupan sehari-hari. Meski demikian, penggunaan bahasa ilmiah yang tepat masih perlu diperbaiki. Kesimpulannya, metode mini project dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan komunikasi sains mahasiswa di perguruan tinggi.
References
Bell, S. (2010). Project-based learning for the 21st century: Skills for the future. The Clearing House: A Journal of Educational Strategies, Issues and Ideas, 83(2), 39-43.
Blumenfeld, P. C., Soloway, E., Marx, R. W., Krajcik, J. S., Guzdial, M., & Palincsar, A. (1991). Motivating project-based learning: Sustaining the doing, supporting the learning. Educational Psychologist, 26(3-4), 369-398.
Chin, C., & Osborne, J. (2010). Supporting argumentation through students' questions: Case studies in science classrooms. Journal of the Learning Sciences, 19(2), 230-284.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Holbrook, J., & Rannikmae, M. (2009). The meaning of scientific literacy. International Journal of Environmental and Science Education, 4(3), 275-288.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer Science & Business Media.
Krajcik, J. S., & Blumenfeld, P. C. (2006). Project-based learning. In R. K. Sawyer (Ed.), The Cambridge Handbook of the Learning Sciences (pp. 317-334). Cambridge University Press.
Mettetal, G. (2012). The what, why and how of classroom action research. The Journal of Scholarship of Teaching and Learning, 2(1), 6-13.
Rillero, P. (2016). A theory of teaching science with inquiry and investigations. The American Biology Teacher, 78(5), 403-407.
Sumianto, S., Kusuma, Y. Y., Aprinawati, I., Winiesta, A. O., & Nurjannah, A. (2023). Pelatihan Pembelajaran Berorientasi Saintifik Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Komunikasi Sains di SDN 010 Langgini. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan Dan Teknologi Masyarakat, 1(1), 21–25. https://doi.org/10.31004/dedikasi.v1i1.9.
Wahyudi, & Treagust, D. F. (2017). Science education in a multicultural context. Science Education International, 28(4), 293-302.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Sumianto, Yenni Fitra Surya, Iis Aprinawati, Putri Hana Pebriana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









