Integrasi Teknologi dalam Pendidikan: Tantangan dan Peluang Pembelajaran Digital di Sekolah Dasar

Authors

  • Nanang Gesang Wahyudi STIT Tunas Bangsa Banjarnegara
  • Jatun Jatun STIT Tunas Bangsa Banjarnegara

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1138

Keywords:

Integrasi Teknologi, Pembelajaran Digital, Kesenjangan Digital

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam mengenai bagaimana teknologi dapat diintegrasikan secara efektif dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, serta bagaimana mengatasi berbagai hambatan untuk memaksimalkan manfaatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka untuk mengeksplorasi dan menganalisis literatur terkait pembelajaran digital. Metode ini melibatkan studi terhadap sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan teknologi digital telah membawa transformasi signifikan dalam pendidikan, memperkenalkan model pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Integrasi teknologi seperti komputer, internet, dan aplikasi pendidikan memungkinkan guru untuk menyajikan materi secara dinamis, sementara siswa dapat mengakses berbagai sumber belajar digital dan mengembangkan keterampilan belajar mandiri. Penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa, dengan model-model pembelajaran seperti flipped classroom, blended learning, dan hybrid learning menawarkan fleksibilitas dan efektivitas pembelajaran. Meskipun demikian, implementasi teknologi di sekolah dasar menghadapi tantangan, seperti kesenjangan dalam pemanfaatan fasilitas internet dan perangkat digital antara sekolah negeri dan swasta, serta antara daerah perkotaan dan pedesaan. Kesiapan guru dalam mengadopsi pembelajaran digital menjadi faktor kunci keberhasilan, namun banyak guru yang masih menghadapi kendala teknis dan pedagogis. Kesiapan ini mencakup akses ke teknologi, keterampilan dalam penggunaan perangkat digital, dan adaptasi terhadap model pembelajaran baru. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan harus fokus pada pengurangan kesenjangan ini melalui peningkatan infrastruktur dan dukungan bagi guru dan siswa.

References

Cambridge Assessment International Education. (2018). Global Education Census Report. Cambridge: Cambridge University Press & Assessment Retrieved September 21, 2024, from https://www.cambridgeinternational.org/Images/514611-global-education-census-survey-report.pdf

Ermi W., Dian H., Romanto. (2022). Kesiapan Guru terhadap Pembelajaran Berbasis Teknologi. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), 11238- 11247.

Erwin Widiasworo. (2019). Guru Ideal di Era Digital. Yogyakarta: Noktah

Fatiroh, E., & Sukhoiri, S. (2024). Reformasi Pendidikan Islam di Era Society 5.0: Harapan dan Tantangan Guru Pendidikan Agama Islam. Indo Green Journal, 2(2), 152 – 160. https://doi.org/10.31004/green.v2i2.67

Fenti Hikmawati. (2020). Metodologi Penelitian. Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Hanifah N., Salsa N. R., Siti N., Ani N. A. (2022). Penggunaan E-Book SSD sebagai Media Pembelajaran Digital untuk Menanamkan Akhlak Mulia bagi Siswa SD. BudAI: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies. 1(2). 109-118.

Irsyad Zamjani dkk. (2020). Platform Pembelajaran Digital dan Strategi Inklusivitas Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Kebijakan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lubis, M. U., Siagian, F. A., Zega, Z., Nuhdin, N., & Nasution, A. F. (2023). Pengembangan Kurikulum Merdeka Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Abad 21 Dalam Pendidikan. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(5), 691–695. https://doi.org/10.31004/anthor.v1i5.222

Miftah, Z., & Rozi, F. (2022). Digitalisasi dan Disparitas Pendidikan di Sekolah Dasar. IBTIDA’, 3(02), 149-163.

Munir. (2017). Pembelajaran Digital. Bandung: CV Alfabeta.

Neng Marlina Efendi. (2018). Revolusi Pembelajaran Berbasis Digital: Penggunaan Animasi Digital pada Start Up sebagai Metode Pembelajaran Siswa Belajar Aktif. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi dan Antropologi, 2(2), 173-182.

Rimayasi dkk. (2024). Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan: Teknologi untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan. Bantul: CV. Bildung Nusantara.

Riyanda, A. R., Agnesa, T., Wira, A., Ambiyar, A., Umar, S., & Hakim, U. (2022). Hybrid Learning: Alternatif Model Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Basicedu, 6(3), 4461–4469.

San, M. S., Joy, N. Y. L., Mima, D. S., Al F. M., Chairun, N., Johan, P. S., Jamaludin. (2024). Kesenjangan Digital dalam Dunia Pendidikan Masa Kini dan Masa Yang Akan Datang (Studi Kasus di SMP N 35 Medan). Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia (JUBPI), 2(3), 15-24.

Uci Dwi Cahya dkk. (2023). Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital Abad 21. Medan: Yayasan Kita Menulis

Yayat D. Hadiyat. (2014). Kesenjangan Digital di Indonesia (Studi Kasus di Kabupaten Wakatobi). Jurnal Pekommas, 17(2), 81-90.

Zulfa H., & Henry A. R. (2021). Kesenjangan Digital di Kalangan Guru SD dengan Rentang Usia 20-58 Tahun di Kecamatan Rajabasa. Jurnal Pendidikan Modern, 7(1), 1-7.

Downloads

Published

2024-09-22

How to Cite

Wahyudi, N. G. ., & Jatun, J. (2024). Integrasi Teknologi dalam Pendidikan: Tantangan dan Peluang Pembelajaran Digital di Sekolah Dasar. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 444–451. https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1138

Issue

Section

Articles