Hubungan Perilaku Bullying dengan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Kelas V SD Negeri 37 Pekanbaru

Authors

  • Raja Emi Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Syahrial Syahrial Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Vitri Angraini Hardi Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/irje.v1i1.1

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena maraknya bullying di dunia pendidikan terutama sekolah yang menyebabkan siswa kesulitan dalam melakukan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan perilaku bullying dengan kemampuan interaksi sosial siswa kelas V SD Negeri 37 Pekanbaru. Penelitian ini mengguakan pendekatan kuantitatif jenis korelasi. Penelitian ini dilakukan di kelas V SD Negeri 37 Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket perilaku bullying dan kemampuan interaksi sosial. Uji validitas instrumen menggunakan expert judment kemudian di uji cobakan kepada responden dan di analisis menggunakan rumus Korelasi Product Moment. Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach yang menghasilkan indeks reliabilitas sebesar 0,681 untuk variabel perilaku bullying dan 0,839 untuk variabel kemampuan interaksi sosial. Teknik analisis data menggunakan rumus Korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh nilai korelasi antara variabel X dan Y dengan hasil uji hipotesis sebesar 0,710 sehingga menunjukkan hubungan yang signifikan antara perilaku bullying dengan kemampuan interaksi sosial siswa kelas V SD Negeri 37 Pekanbaru. Siswa yang mengalami perilaku bullying memiliki permasalahan dengan kemampuan interaksi sosial. Pihak sekolah diharapkan mampu mengatasi perilaku bullying yang terjadi di sekolah.

References

Ahmadi, A (2007). Psikologi Sosial. Rineka Cipta. Jakarta Arikunto, S. (2016) Prosedur Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Emzir (2010). Metodelogi Penelitian Kualitatif: Analisis Data. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Magrifah & Rachmawati.MA(2009) Hubungan Antara Iklim Sekolah dengan Kecenderungan Perilaku Bullying. Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia.1-10. Olweus,D. (1993). Bullying at School: What We Know and What We Can Do. Cornwall. Blackwell Publishing. Retno Astuti (2008). Meredam Bullying. Jakarta PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Rigby, Ken.(1994). Consequences of Bullying in School. Canadian Journal of Psychiatry Siswati,& widayanti.(2009) Fenomena Bullying di sekolah dasar negeri di semarang. Sebuah studi deskriftif. Jurnal Psikolgi Undip. Vol 5 (2). Sentosa, Selamet. (2010). Teori-teori Psikologi Sosial. PT Refika Aditama, Bandung. Sejiwa (2008).Bullying Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak. Grasindo. Jakarta. Soerjono, S (2006) Sosiologi suatu Pengantar, Jakarta PT.Raja Grafindo. (2012).PsikologiSosialSuatuPengantar.Yogyakarta:Andi Offset. Soyomukti, N. 2013. Pengantar Sosiologi. Ar-Ruzz Media, Yogyakarta. Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, Bandung. Walgito,B. (2003). PsikologiSosialSuatuPengantar.Yogyakarta:Andi Offset. Yusuf.H & Fahrudin.A(2012) Perilaku Bullying: Asesmen Multidimensi dan Intervensi Sosial. Jurnal Psikologi Undip, Vol 11 (2),1-10.

Published

2021-01-31

How to Cite

Emi, R., Syahrial, S., & Hardi, V. A. (2021). Hubungan Perilaku Bullying dengan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Kelas V SD Negeri 37 Pekanbaru . Indonesian Research Journal on Education, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.31004/irje.v1i1.1

Issue

Section

Articles